Musi Rawas Siaga Banjir Bandang

Senin, 11 Oktober 2010

MUSI RAWAS –Banjir besar akibat luapan Sungai Musi terjadi Februari-Maret lalu di Kabupaten Musi Rawas (Mura), berpotensi terulang di Kecamatan Muara Lakitan dan daerah lain pada musim hujan akhir tahun 2010. Hal ini berdasarkan rilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pusat memperkirakan potensi banjir dilengkapi peta daerah dan mengingatkan warga untuk waspada. Terkait masalah ini, Pemkab Mura saat dikonfirmasi mengaku telah menyiagakan Satuan Koordinasi Pelaksana (Satkorlak) serta tim Tagana untuk mengantisipasi bencana serupa di Kecamatan Muara Lakitan.
“Kita sudah antisipasi dengan menyiagakan Satkorlak dan Tagana untuk menanggulangi banjir bandang yang pernah terjadi beberapa bulan lalu,” ungkap Plt Sekda Mura, H Sulaiman Kohar kepada wartawan koran ini, Sabtu (9/10).
Bahkan tidak hanya di Muara Lakitan, dikatakan Sulaiman Kohar, Tim Satkorlak juga selalu siaga dan mengawasi wilayah lain di Kabupaten Mura yang berpotensi rawan bencana banjir. Selanjutnya meminta masyarakat untuk mewaspadai sekecil apapun bencana alam yang dimungkinkan dapat membahayakan.
“Karena cuaca tidak menentu jadi harus selalu siaga. Tidak hanya di Muara Lakitan di daerah lain juga menjadi perhatian Satkorlak,” terang Sulaiman Kohar.
Sebelumnya Kasi Observasi dan Penerangan BMKG SMB II Palembang, Agus Santosa, mengatakan antisipasi dini baiknya dilakukan untuk mencegah banjir akibat hujan tinggi secara terus menerus di daerah rendah seperti Muara Lakitan, Talang Ubi dan lainnya.
“Apalagi di atasnya ada pegunungan Bukit Barisan, jangan sampai ada air yang tertahan dan jebol, bisa seperti di Papua (banjir bandang di Teluk Wondama, Red). Mudah-mudahan bisa diatasi dari sekarang,” kata Agus, Jumat (8/10).
Pembuatan prakiraan potensi banjir tahun 2010 merupakan hasil kerjasama tiga instansi, BMKG sebagai penyedia informasi prakiraan hujan bulanan, DitJen Sumber Daya Air Departemen Pekerjaan Umum daerah rawan banjir dan Bakosurtanal menyiapkan peta dasar (RBI, Sistem Lahan, dan Land Cover).
Prakiraan potensi banjir disampaikan meliputi potensi banjir tinggi, menengah, rendah dan aman dari kejadian banjir. Situs resmi BMKG juga merilis daerah seperti Lebong Selatan, Lebong Utara, Muara Bangka Hulu, dan Teluk segara punya potensi banjir tinggi.
Menurut Agus, sejumlah wilayah di Bengkulu saat ini sudah ada yang banjir. Situasi bisa memburuk karena curah hujan seluruh wilayah Sumsel pada Oktober berada pada kategori menengah (201-300 milimeter) dengan sifat hujan di daerah bagian barat normal (85-115 persen) dan timur di atas normal (116-150 persen).
Pada November curah hujan di beberapa daerah Sumsel tinggi (301-400 mm) dan meningkat pada Desember, separuh tinggi dan sangat tinggi (401-500 mm) dengan sifat hujan di atas normal.
Agus menambahkan, peningkatan curah hujan terjadi akibat pengaruh kuat dari fenomena La Nina (sebagai faktor pengendali hujan di Indonesia) di Samudera Pasifik yang akan mencapai puncaknya pada November-Desember nanti.
Hal ini berakibat pada potensi banjir tinggi yang meluas pada dua bulan di akhir tahun, yakni di Ilir Timur 1 (Palembang), Lahat, Gunung Megang dan Talang Ubi (Muaraenim), Babat Toman (Muba), dan Muara Kuang (Ogan Ilir). (03/net)


    ShoutMix chat widget