Menulis itu Pekerjaan yang Menyenangkan

Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) Yogjakarta, Edy Suandi Hamid memulai karir sebagai jurnalis di lingkungan kampus. Hingga membuat dirinya matang dalam berpikir. Berikut kisahnya.

Ronald Chandra, Lubuklinggau

TIDAK kurang enam penghargaan di bidang jurnalistik pernah dimenangkan Edy Suandi Hamid. Serta lebih dari 10 jabatan sebagai dewan redaksi dipegangnya hingga terpilih sebagai Ketua Dewan Pembina Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Islam Swasta (BK PTIS) se-Indonesia. Edy, sapaan lelaki itu juga hadir saat acara pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Islam Swasta (BK PTIS) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Mura, Ridwan Mukti, Minggu (10/10). Dalam acara itu ia membuka Rakernas.
Edy Suandi yang dilahirkan di Tanjung Enim, 53 tahun silam dibesarkan di kampung halamannya. Dan sejak masuk bangku SMA, Edy hijrah ke Yogjakarta hingga menamatkan pendidikan S1 (Strata Satu) di Universitas Gajah Mada (UGM).
Putra kebanggaan Sumsel ini menamatkan pendidikan S2 di Thammasat University Bangkok. Semenjak bangku kuliah Edy sering ikut dalam organisasi kemahasiswaan, mulai dari menjadi Ketua I Senat mahasiswa UGM sampai Ketua Kelompok Studi Sosial Ekonomi (K2SE) Yogyakarta.
Namun yang paling menarik, Edy pernah menjadi Pemimpin Redaksi (Pimred) majalah Equilibrium selagi di bangku kuliah. Dunia jurnalistik memang tak dapat dipisahkan dari pria humoris ini, lihat saja selain menjadi Pimred ia juga menjabat Unit Publikasi dan Penerbitan Komisariat Dewan Mahasiswa (Kodema) FE UGM Yogjakarta.
Doktor dalam bidang Ekonomi UGM ini, mengawali karirnya sebagai dosen tetap Fakultas Ekonomi UII hingga pada akhirnya terpilih kembali sebagai Rektor UII Yogjakarta pada 4 April 2010 silam di Auditorium Kohar Muzakir kampus terpadu UII.
Tak hanya itu Edy juga memimpin menjadi Ketua Dewan Pembina BK PTIS. Ia dinilai berhasil membina BK PTIS menjadi wadah pemersatu perguruan tinggi Islam swasta se-Indonesia. Kedepan Edy mempunyai misi untuk merubah paradigma masyarakat yang menilai bahwa lulusan PTIS itu kalah bersaing, dan tak hanya itu paradigma yang mengkaitkan Islam dengan terorisme mendapat perhatian khusus oleh pria yang masih bugar diusianya.
Mengenai latar belakang jurnalistik pernah ia geluti turut membantu kematangan pria dengan prestasi luar biasa itu. Sebut saja pengalamanya sebagai wartawan dan redaktur ekonomi harian Kedaulatan Rakyat Yogjakarta dari tahun 1982-1986, Editor in Chief ”Chipp-In” (Internal News World University Service of Canada/WUSC), serta tak kurang dari tujuh jabatan dewan redaksi jurnal kampus yang hingga sekarang diasuhnya. “Jurnalistik merupakan bagian hidup saya, menulis adalah pekerjaan yang menyenangkan,” ujar pria bijak ini.
Dari segi jabatan, Edy yang terlihat selalu ceria ini, tidak kalah menarik. Di lingkungan UII Edy pernah menjabat sebagai Kepala Bidang Publikasi Pusat Pengembangan Studi Manajemen FE UII, Staf Pembantu Dekan III FE UII, Kepala Laboratorium Studi Pembangunan FE UII, Ketua Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan FE UII, Pembantu Dekan I FE UII, Direktur Pusat Pengembangan Ekonomi FE UII, Direktur UII Press, Pemimpin Umum Jurnal UNISIA. Hingga jabatan orang nomor satu di UII sekarang dipegangnya. Tak hanya di dunia pendidikan, diluar Edy juga menjabat sebagai Komisaris Utama PT Global Prima Utama dengan merek dagang UII NET.
Sedangkan sampai sekarang Edy masih terdaftar sebagai pengajar di Program Pascarsarjana UII, Sekolah Pascasarjana UGM, Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta, Program Pascarjana UPN Yogyakarta, Pengajar tamu pada Sentra Pendidikan (Sendik) BRI, Lembaga Administrasi Negara (LAN), Pusat Studi Otonomi Daerah (PSOD), Lembaga Pendidikan Perkebunan (LPP).
Semua pengetahuan yang didapatnya tidak hanya dinikmati sendiri oleh Edy yang dikenal sederhana ini. Ia juga membagi melalui buku-buku yang telah diterbitkannya. Lebih dari enam judul buku bidang ekonomi pernah ia keluarkan. Serta karya-karya ilmiah yang ditulisnya sangat membantu mahasiswa pada khususnya dan masyarakat luas pada umumnya.
Dalam kesehariannya yang super sibuk Doktor bidang ekonomi ini masih sempat untuk menorehkan banyak penghargaan. Di mata keluarga ia dikenal sangat bersahaja dan peduli dengan keluarga. Sedangkan di mata rekan-rekannya ia merupakan sahabat yang baik selalu berbagi dan memberikan nasehat-nasehat bijaknya. (*)


    ShoutMix chat widget