Menguatkan Akademik Lembaga Islam

Minggu, 03 Oktober 2010

LUBUKLINGGAU–Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Azhaar Lubuklinggau mengadakan seminar kependidikan nasional dengan tema “Mencari format kependidikan Islam.” Seminar ini berlangsung di Ball Room Hotel Abadi Lubuklinggau, Sabtu (2/10). Ketua Panitia Seminar Pendidikan Nasional, Zuhri kepada koran ini menjelaskan adanya kegiatan ini dapat memberikan sumbangsih kepada pendidik yang ada di Kabupaten Musi Rawas dan Kota Lubuklinggau. Ia mengatakan peserta yang mengikuti seminar ini merupakan kalangan guru, dosen dan mahasiswa berasal dari daerah Kabupaten Empat Lawang, Kota Lubuklinggan dan Kabupaten Mura.
Sementara pemateri seminar ini berasal dari Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Prof. Dr. Aziz Fahrurrozi. M.A, Dr. Rusydi Sulaiman M.Ag, dan Dr. Toha Andika, M.Ag, serta Ustadz Mansoeri Adam. “Terselenggaranya kegiatan ini merupakan kerjasama STAI Al-Azhaar Lubuklinggau dengan Pusat dan Study Islam dan Pengembangan Masyarakat (Madaniah) Center Korwil Bengkulu. Sedikitnya 200 peserta yang mengikuti seminar ini,” tambahnya.
Sementara itu, Rusydi Sulaiman mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu upaya dalam menguatkan akademik lembaga Islam, yang selama ini selalu dinilai diskriminatif oleh pemerintah dan masyarakat. Dengan demikian kita berharap seperti jebolan pesantren tidak hanya mengenakan peci saja melainkan mereka mampu dan diterima, dikenal di masyarakat kahalayak ramai,” imbuhnya.
Kendati demikian materi yang disampaikan disesuaikan dengan konsep yang ada. yang mengacu pada anggapan yang muncul selama ini mengenai pendidikan Islam.
Sementara itu, Prof H Fahrurozi dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, menjelaskan saat ini arah pendidikan sudah berubah dari yang semula lebih populis, hingga akhirnya sekarang terjadi trans integrasi ilmu antara umum dan agama.
“Sehingga tidak hanya menjadi wacana integrasi ilmu itu harus diwujudkan dalam program pendidikan yang implikasinya bisa ke kurikulum, juga kontennya bisa menjadi konvensional bukan nomatif saja,” ungkap Fahrurozi, juga menjadi pembicara seminar tersebut.
Meningkatkan kualitas pendidikan ini, lanjut dia, bukan hanya memerlukan gerak Sumber Daya Manusia (SDM), tetapi juga penguatan institusi serta political will pemerintah pusat maupun daerah. “Artinya jika unsur unit mulai dari sekolah hingga pemerintah, tidak bergerak akan sulit memajukan dunia pendidikan. Apalagi dalam renstra pendidikan nasional tahun 2005-2015 membangun insan cerdas, berwawasan global, komprehensif,” imbuhnya. (10/01)


    ShoutMix chat widget