Terapkan Kurikulum Kemenag dan Pondok

Madrasah Diniah Awaliyah (MDA) Nuruddiniyah Desa Napallicin Kecamatan Ulu Rawas, Kabupaten Musi Rawas (Mura) bertekat wujudkan Mura Darussalam. Berikut laporannya.

Leo Mura, Musi Rawas

SEJAK berdiri 15 Januari 1967, MDA Napallicin adalah Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) dengan satu orang guru yang seakaligus pendiri dari MIS itu sendiri. Guna mendidik membina serta meningkatkan kecerdasan dan keterampilan siswa/siswinya yang berilmu dan berpengetahuan dan bertaqwa kepada allah SWT dan meningkatkan kualitas ibadah yang benar berdasarkan pada Al-Quran dan al-hadist.
Beliau merupakan sosok yang di segani dan boleh dikatakan kyiai oleh masyarakat Napallicin,” kata Kepala MDA, M Yusup kepada wartawan koran ini ini Jumat (15/10).
Ia mengaku tahun 2000, sekolah yang semula bernama MIS Nuruddiniyah berubah nama menjadi Madrasah Diniah Awaliyah (MDA) Nuruddiniyah, dengan masa belajar selama empat tahun.
“Siswa siswi MDA merupakan pelajar SD Negeri
Napallicin yang duduk dikelas tiga hingga siswa kelas 6. dan kegiatan belajar mengajar (KBM) dilakukan pada siang hari, artinya ketika mereka selesai dari jenjang pendidikan SD mereka juga dapat menyelesaikan MDA,” ungkapnya.
Adapun kurikulum yang digunakan dari tahun 1967 menggunakan kurikulum departemen agama dan kuriulum pondok pesantren. Dengan harapan dapat menjadi sarana pendidikan yang dapat menampung atau wadah pembinaan mental spiritual murid yang bermoral dan menjadi ulama-ulama yang intelektual dalam menghadapi dan menjawab tantangan zaman serta kebanggaan warga Desa Napallicin khususnya dan Kabupaten Mura pada umumnya.
“Kendala yang dihadapi selama dalam meningkatkan fasilitas mulai dari sarana dan prasarana yakni tidak adanya kas atau sumber keuangan MDA Nuruddiniyah, karena satu-satunya sumber keuangan yang berasal dari keuangan komite. Selain itu masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam memanjukan MDA Nuruddiniyah,” imhunya.
Untuk itu, pesatnya perkembagan dan kemajuan zaman serta arus globalisasi yang sangat pesat dan cepat telah merambah kesemua lini dan aspek kehidupan. Dari berbagai aspek tersebut telah dirasakan oleh generasi muda saat ini, seperti yang dirasakan generasi penerus di desa napalicin. Kendati demikian, kami MDA Nuruddiniyah Napallicin yang merupakan salah satu stakeholder pendidikan ikut merasa khawatir dan prihatin akan dampak terhadap generasi muda kita, dan setiap perubahan pasti ada dampak positifnya dan negatifnya.(*)


    ShoutMix chat widget