MUSI RAWAS–Perluasan landasan pacu (Runway) Bandara Silampari terus dikebut.
Pihak Pemkab Mura telah memprediksi penyelesaian runway akan diselesaikan pada tahun tahun ini juga dengan target 1800 meter dari panjang runway sebelumnya 1300 meter.
Sehingga Bandara Silampari pada tahun 2012 mendatang, telah didarati pesawat jenis Boeing 737-200. “Kita harapkan pada 2010 pembangunan runway mencapai 1800 meter. Sebab pada 2012 target kita landasan pacu di Bandara Silampari memiliki panjang 1800 meter yang bisa didarati pesawat Boeing 737 yang merupakan pesawat komersial untuk penerbangan jarak dekat dan sederhana,” jelas Kadishub Kominfo Kabupaten Mura, Ari Narsa JS kepada koran ini, Sabtu (2/10).
Dengan beroperasinya pesawat Boeing tersebut, lanjut dia, di sana akan ada persaingan antar maskapai, termasuk dengan harga tiket. Dan pelayanan diberikan maskapai penerbangan dapat bersaing. “Minimal untuk Boeing 737 200 nanti sudah bisa didarati,” harap Ari Narsa menyatakan sekarang ini pengerjaan runway itu masih dikerjakan pelaksana. Sehingga nanti pada akhir tahun tahapan pengerjaan proyek tersebut dapat diselesaikan pelaksana. Sementara soal talud yang ambrol, Ari Narsa menjelaskan pihaknya sudah menyampaikan kepada pelaksana dari PT Sentosa Jakarta. “Sudah kami sampaikan kepada mereka, dan diminta kepada perusahaan itu untuk memperbaikinya. Dan menyuruh mereka dapat menyelesaikan pekerjaan untuk dilanjutkan kembali,” kata Ari Narsa. Selain itu, pihaknya juga sudah menyampaikan kepada satuan kerja (Satker) berkaitan dengan ambrolnya talud tersebut.
“Kita sampaikan pada satker mengenai hal tersebut. Karena dari pusat itu ada satker Bandara dan juga perlu diketahui belum ada serah terima dengan kita untuk penyelesaian proyek itu,” tambahnya. Sehingga pihaknya mendesak agar Talud yang rusak diperbaiki lagi. Namun, Ari Narsa menyataka ambrolnya talud itu rusak disebabkan kultur tanah yang semula rawa-rawa hingga membuat bangunan itu tidak terlalu kuat dan kokoh. (01)


    ShoutMix chat widget