Pantang Konsumsi Makanan Pedas dan Berminyak

Wahyu Kurniawan (17), siswa SMA Negeri 1 Lubuklinggau kembali menorehkan prestasi pada lomba lagu daerah tingkat Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Atas keberhsilan itu, membuat nama sekolah ini bergelimang prestasi. Berikut laporannya.

Leo Mura, Lubuklinggau

KELAHIRAN Lubuklinggau 28 Mei 1993 mengaku bangga dengan prestasi yang diraihnya. Kendati, bernyanyi itu merupakan idaman dirinya sejak kecil dan bahkan pria dengan tinggi badan 165 ini mengaku ingin mengikuti Indonesia Idol. “Saya bangga dengan keberhasilan ini, sebab bukan ditingkat kota melainkan sampai Provinsi Sumsel,” kata Wahyu Kurniawan kepada wartawan koran ini, Sabtu (4/9).
Dikatakan Wahyu, sapaannya, saat lomba itu dirinya membawa dua lagu yakni lagu Serasan Sekentenan dari Musi Banyu Asin dan lagu Membangun Dusun. “Alhamdulillah kedua lagu yang saya bawa saat ini mampu mebuahkan hasil yang cukup memuaskan,” ungkapnya.
Terpilihnya ia sebagai perwakilan Kota Lubuklinggau pada lomba lagu daerah di Provinsi, karena sering menjuarai lomba nyanyi lagu daerah keroncong, dangdut, pop, perjuangan dan religi tingkat Kota Lubuklinggau. “Saat itu perwakilan dari Kota Lubuklinggau ada orang empat yakni Beni JP, Mega Yuranda, Vina dan saya sendiri. Peserta pada lomba diikuti utusan 15 kabupaten/kota di Provinsi Sumsel. Saya sempat down juga ketika itu, terlebih saat latihan olah vocal, sebab peserta dari berbagai daerah di Provinsi Sumsel semua menunjukkan kebolehan hingga peserta dari Lubuklinggau sontak kaget saat itu. Saya tidak punya firasat akan berhasil pada event ini, terlebih pada saat olah pokal,” ungkap buah hati pasangan Taufik Hidayat dan Elva Kurnia.
Sebelum mengikuti lomba, Wahyu mengaku peserta dari Kota Lubuklinggau dilatih selama dua minggu di Sanggar Reti Benas Lubuklinggau. “Saat latihan pelatih menyarankan kepada kita untuk tidak mengkonsumi makanan yang pedas-pedas dan mengandung minyak, karena dapat merusak suara. Selain itu selama latihan maka pelatih menyarankan kepada kami tetap minum air putih ketika bangun tidur. Minimal satu gelas air putih. Dengan demikian vocal yang kita miliki aka terasa bersih,” jelasnya.
Ia mengatakan saat tampil pada lomba tersebut, peserta dari Kota Lubuklinggau tampil terakhir. Namun saya merasa gugup saat tampil itu. Apalagi lomba ini dilaksanakan di Palembang Trade Center (PTC), di mana tempat tersebut merupakan tempat belanja. “Jadi semua pengunjung PTC ketika itu melihat semua ketika itu,” ujarnya.

Satu hal yang tidak bisa dilupakan Wahyu selama mengikuti event berupa sifat kekeluargaan dibangun antar sesama peserta selama mengikuti lomba. “Selama di Palembang kami berkumpul di satu Hotel. Sehingga kami tak merasa mengikuti lomba melainkan rasa kekeluargaan kami rasakan. Bahkan tidak ada kata istilah musuh dalam lomba,” kata pemilik motto “Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan besok harus lebih baik dari hari ini.”

Tidak ketinggalan Wahyu mengucapkan terima kasih kepada ibu Dian Purnamasari, yang telah banyak berkorban demi keberhasilan ini. “Bunda Dian yang selalu memberi motivasi selama ini, bahkan membimbing saya sebelum mengikuti perlombaan ini. Saya harap keberhasilan ini tidak sampai di sini,” imbuh Wahyu yang bercita-cita menjadi Direktur Bank, optimis. (*)


    ShoutMix chat widget