Oknum Pejabat Diduga Aniaya Wartawan

Kamis, 23 September 2010

CURUP–Wartawan surat kabar harian Radar Pat Petulai (RPP), Dayek (22) diduga dianiaya oknum pejabat eselon II Pemkab Rejang Lebong. Peristiwa yang menghebohkan itu terjadi di kawasan kantor DPD Golkar Rabu (22/9) sekitar pukul 12.00 WIB.
Dayek korban penganiayaan membenarkan kejadian tersebut. Diceritakanya, saat kejadian itu berlangsung, dirinya sedang melakukan liputan di DPD Golkar mengenai kunjungan wakil bupati saat halal bi halal di lingkungan DPD Golkarjalan meredeka kota Curup.
Kronologis kejadian berawal  saat, Dayek yang masih sibuk melakukan liputan tiba-tiba di telfon oknum pejabat inisial Gn, Ketika ditelfon dengan ponsel genggamnya, Dayek langsung mengangkat telfon dan tiba-tiba oknum pejabat eselon II tersbeut menyatakan keberatan atas pemberitaannya mengenai “pejabat RL urus pindah sebelum pelatikan SS” yang diterbitkan Rabu (22/9) kemarin.
Karena tak senang dengan pemberitaan tersbeut, oknum pejabat langsung menyampaikan kata-kata kotor dan bernada mengancam, selanjuntnya, oknum pegawai tersebut meminta Dayek datang ke kantornya di dinas pemuda dan olah raga (dispora).
Karena masih sibuk meliput di kantor DPD, Dayekpun berniat mendatanginya seusai liputan, namun karena sudah semakin emosi oknum pejabat justru langsung mendatangi Dayek di kantor DPD yang saat itu masih dalam kondisi ramai.
Dihalaman kantor DPD Partai Golkar itulah tragedi premanisme itu terjadi. Dayek yang berdiri di samping dinding gedung, mengaku langsung disandarkan di didinding kedung hingga kepala belakangnya terantuk, dengan posisi kerah baju Dayek diremas dengan posisi mencengkram.
Saat sejumlah wartawan yang saat itu juga sedang berada dilokasi langsung mengambil gambar, bukanya oknum pejabat tersbeut melepas kerah Dayek, justru mengatakan katakata “ Fotolah.. jangan idak dimasukkan dalam koran foto aku ini,” kata Gn.
Kontan saja peristiwa tersebut menghebohkan sejumlah undangan yang hadir di acara halal-bihalal kantor DPD Golkar. Bahkan para ada yang sedang makan sempat membawa piring karena tergesa-gesah ingin melihat kehebohan itu. Puas dengan aksi premanismenya itu, Gn langsung pergi meninggalkan kantor DPD Partai Golkar.
Saat dikonfirmasi, ketua DPD Partai Golkar dan juga Ketua Komisi I DPRD Rejang Lebong Yurizal M. BE menyesalkan lantaran peristiwa tersebut bisa terjadi di kantor DPD Partai Golkar dan dilakukan oleh oknum pejabat Pemkab Rejang Lebong.
“Untung kita tidak mengerahkan satgas, kalo ada satgas kita, sudah bagaimana lagi keadaanya nanti,” katanya.
Menurutnya, pejabat tersebut tidak diundang, malah membuat rusuh di lokasi kegiatan yang mereka adakan, dan wartawan yang bersangkutan juga merupakan undangan kita yang diundang untuk melakukan peliputan kegiatan kita.
“Apakah Ia tidak tau, di dalam ada Wabub yang masih belum keluar menghadiri undangan kita,” terangnya.
Menanggapi hal tersebut, pimpinan redaksi RPP Rahman Yasin mengaku akan segera melakukan koordinasi dengan managemen untuk mengambil tindakan tegas terkait tragedi ini.
Ia mengatakan, atas tragedi yang menimpa salah satu wartawanya akan melakukan rapat dan koordinasi intern dikantor ntuk menentukan sikap kedepan.
Selain itu,ia mengatakan berencana akan melalkukan engaudan hal tersebut ke pihak berwajib, karena sudah masuk ranah kriminalitas.
Dijelaskanya, dalam hal sengketa pemberitaan, UU pers nomor 40 tahun 1999, serta Surat Keputusan Dewan Pers nomor : 03/SK-DP/III/2006 mengatur mekamisme berkenaan dengan sengketa pemberitaan. Hal ini malah kita dipahami oleh pejabat yang seharusnya mengerti soal hukum dan tugas-tugas jurnalistis.
“kami sangat menyesalkan atas perbuatan oknum pejabat tersebut, kalautidak senang dengan pemberitaan, lakukan hak jawab dengan klarifikasi kami pasti akan menerbitkan kembali atau lapor ke Dewan Pers agar kami ditindak jika salah. Bukan dengan cara premanisma yang dilakukan,” katanya.
Selai itu, Sekretaris PWI Rejang Lebong Hasan Basri mengetahui hal itu mengaku menyayangkan sikap oknum pejabat Rejang Lebong tersebut.
Menurutnya, tindakan tersebut sepantasnya dilaporkan ke pihak berwajib, karena menggangu kinerja wartawan yang sedang melakukan peliputan dan melanggar UU pers.
“Saya setuju kalau hal tersbeut dilaporkan ke pihak berwajib,”harapnya. (09)


    ShoutMix chat widget