Niat Shalat Tarawih

Senin, 06 September 2010

Tanya :
Assalamu’alaikum Wr. Wb. Pak Said yang terhormat. Saya ingin menanyakan bagaimana yang benar ketika membaca niat shalat Tarawih, apakah setiap takbiratul ihram atau cukup takbir yang pertama saja? Atas jawaban dari bapak saya haturkan terima kasih.
Maulana
Jl. Karya II No. 09 Kelurahan Cereme Taba Lubuklinggau Timur II


Jawab :
Wa’alaikum salam Wr. Wb. Rukun shalat itu adalah berniat, bukan membaca niat. Ini harus diperjelas dulu karena niat itu tempatnya adalah hati. Sedangkan membaca niat itu menggunakan lidah. Membaca niat (Melafazhkan niat) menurut Mazhab Hanafi, Syafi’i dan Hambali itu dianjurkan untuk membantu hati. Menurut Mazhab Maliki dimakruhkan kecuali bagi orang yang sering was-was.

Kembali kepada pertanyaan di atas, maka mayoritas ulama berpendapat bahwa diharuskan berniat pada setiap Takbiratul Ihram (Setiap 2 raka’at berniat ). Ini karena shalat itu dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam. Jadi, setiap sudah salam, shalatnya sudah selesai.
Oleh karena itu ketika berdiri untuk shalat kembali, dibutuhkan niat yang baru. Sama seperti niat puasa Ramadhan, harus setiap malam karena masing-masing hari merupakan ibadah yang terpisah. Buktinya, batal satu hari puasa, tidak membatalkan puasa pada hari yang lain. Begitu juga shalat tarawih, batal 2 rakaat, tidak membatalkan rakaat-rakaat yang lain. Ini menunjukkan bahwa setiap 2 rakaat shalat tarawih merupakan ibadah yang terpisah.(*)


    ShoutMix chat widget