Pelantikan Bupati-Wabup Molor 3 Jam

Senin, 06 September 2010

Alex Ingatkan 4 Hal

MUSI RAWAS–Pelantikan dan Pengambilan sumpah jabatan Bupati dan Wakil Bupati Mura, H Ridwan Mukti dan H Hendra Gunawan di ruang rapat DPRD Kabupaten Mura, Minggu (5/9), tidak sesuai jadwal. Rapat paripurna istimewa dengan agenda pelantikan Bupati-Wabup masa bakti 2010-2015 dijadwalkan berlangsung pukul 10.00 WIB molor hingga tiga jam. Dengan pelaksanaan pelantikan mulai pukul 13.00 WIB.
Penyebabnya tak lain menunggu kedatangan Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin yang terlambat datang karena terkendala cuaca saat penerbangan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Bandara Silampari mengunakan pesawat Jet. Padahal Bupati-Wabup terpilih hasil Pemilukada 5 Juni 2010 serta undangan dari pejabat tinggi hingga duta besar sudah memenuhi gedung DPRD Mura dengan pemeriksaan ketat aparat kepolisian dari Polres Mura, Polres Lubuklinggau, Brimob, Sat Pol PP, hingga GAKPI juga berjaga-jaga di seputaran Gedung DPRD Mura. Petugas menggunakan metal detector sejak pukul 09.00 WIB memeriksan setiap undangan yang dibagi. Selain itu, rapat istimewa kemarin tidak dihadiri Wakil Bupati Mura, H Ratnawati Ibnu Amin yang sebelumnya mendampingi Ridwan Mukti untuk masa bakti 2005-2010.
Kembali ke gedung DPRD Mura, kecemasan nampak terlihat diwajah para pejabat serta Bupati terpilih, Ridwan Mukti telah menyambut tamu istimewa mulai dari Aburizal Bakrie, Akbar Tanjung, Titiek Soeharto, dan lain-lain pada pukul 10.00 WIB. Setelah sekian lama menunggu, pukul 10.40 WIB, tiba-tiba dari arah gedung itu rombongan Bupati, Ridwan Mukti diikuti Aburizal Bakrie, Akbar Tanjung, dan petinggi lainnya, masuk ke dalam mobil dinas untuk menuju ke Pendopo.
Informasinya rombongan Gubernur yang tertahan di Bandara Soekarno Hatta akibat cuaca yang kurang bagus, membuat rombongan ini kembali ke rumdin Bupati di Jalan A Yani, Kelurahan Puncak Kemuning, Lubuklinggau Utara II. Menurut Kabag Protokol Setda Mura, Heriyanto, rombongan Gubernur Sumsel tertahan di Bandara Internasional Soekarno Hatta. “Kendalanya cuaca hingga penerbangan pesawat Gubernur belum bisa dilakukan,” kata Heriyanto tidak mau berkomentar lebih lanjut.
Hampir 1 jam lebih rombongan berada di rumdin Bupati. Tak lama pukul 12.00 WIB, Bupati bersama para tamu datang kembali ke Gedung DPRD Mura. “Tanyakan sudah berangkat apa belum? Masih di bandara atau tidak,” ujar Ridwan Mukti bertanya pada stafnya setelah keluar dari ruangan ketua DPRD Mura. Kecemasan di wajahnya nampak terlihat. Tapi akhirnya informasi yang ditunggu-tunggu datang juga. Disebutkan bahwa pesawat Jet membawa Alex Noerdin tiba di Bandara Silampari pukul 12.30 WIB. Perasaan lega terlihat di wajah para pejabat Pemkab dan undangan.
Tidak lama kemudian memang benar rombongan mobil dinas Pangdam, Kapolda Sumsel, Kapolres Mura serta Kapolres Lubuklinggau, tiba di depan gedung DPRD Mura disambut Ridwan Mukti dan Hendra Gunawan. Setelah itu tiba Alex Noerdin dan istri yang langsung disambut hangat Bupati dan Wabup dengan senyum. Dan, di belakang itu rombongan tamu lainnya datang bersama-sama mulai dari Walikota Lubuklinggau, H Riduan Effendi dan istri hingga para pengusaha langsung masuk menuju ke ruang rapat Istimewa. Dan, jalannya pelantikan serta pengambilan sumpah dilakukan Gubernur Sumsel Alex Noerdin, yang bisa disaksikan undangan di luar gedung dari layar televisi, berlangsung lancar.
“Saya salut dengan Ridwan Mukti tamunya luar biasa. Kalau saya sebut satu per satu bisa sangat panjang ini,” kata Alex Noerdin mulai mengabsen para tamu.
Alex juga menyinggung keterlambatannya datang. “Manusia yang merencanakan tetapi Allah SWT yang menentukan. Kabut sangat tebal hingga membuat pesawat kami tidak bisa berangkat. Sehingga jadwal yang sudah ditentukan pukul 07.30 WIB dari Cengkareng tak bisa dilakukan dengan cuaca yang buruk,” kata Alex Noerdin yang juga mengucapkan terima kasih kepada KPU Mura sudah melaksanakan tahapan Pemilukada dengan tepat waktu.
Alex juga mengajak pasca pemilukada untuk melupakan perbedaan politik hingga mendukung program kerja Bupati dan Wabup terpilih tersebut.

Pelantikan dan pengambilan sumpah Bupati-Wabup Mura dilakukan setelah Sekwan, Tribuana membacakan Keputusan Mendagri No 131.16-490/2010 tentang Pengesahan Pemberhentian dan Pengangkatan Bupati Mura, dan Keputusan Mendagri No 132.16-490/2010 tentang Pengesahan Pemberhentian dan Pengangkatan Wakil Bupati Mura.

Alex Noerdin dalam sambutannya juga menegaskan bupati dan wakil bupati Mura yang baru dilantik adalah milik masyarakat Mura. Dan meminta agar bersatu memberikan dukungan demi suksesnya pelaksanaan pembangunan di daerah ini.

“Adalah wajar terjadi dinamika politik saat pemilukada, mari kita lupakan, untuk bersama membangun daerah ini. Sejumlah pekerjaan seperti transisi pemindahan ibukota, menerbitkan pedoman pelaksanaan Mura harus dilakukan segera,” kata Alex.
Gubernur juga meminta dukungan dari Mura dalam kaitan pelaksanaan Sea Games pada 11 September 2011 yang dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pukul 11.00 WIB, dan ditutup Wapres Boediono yang adalah wakil presiden ke-11.

“Sea Games bukan tujuan akhir tapi untuk memicu perkembangan bidang lain Alhamdulilah, keyakinan investor kepada daerah kita semakin tinggi. Saya minta dukungan Mura dalam bidangnya masing-masing,” kata Alex Noerdin juga mengucapkan terima kasih kepada mantan Wabup Mura, Hj Ratnawati Ibnu Amin yang sudah melaksanakan pembangunan pada priode sebelumnya. Tak lupa Alex mengingatkan kepada Bupati dan Wabup Mura yang baru empat hal. “Pertama, kelola keuangan daerah dengan prioritas akuntabilitas pembangunan. Kedua, mewujudkan pemerintahan bersama yang profesional, lalu ketiga menjalin hubungan yang serasi dengan kabupaten/kota lainnya. Dan keempat merangkul dan memberikan kesempatan pada masyarakat untuk berpartisipasi aktif terhadap pembangunan,” pesan Alex.
Tokoh nasional yang datang dalam Rapat Paripurna Istimewa dipimpin Ketua DPRD Mura, Srie Hernalini, yaitu Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie, Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung, anggota Dewan Pertimbangan Golkar/mantan Menpora Abdul Gafur, mantan Kepala BIN Hendro Priyono, Ketum DPP Gerindra Suhardi, Ketua Komnas HAM Ifdhal Kasim.
Sebelumnya, pengusaha Peter Sondakh telah tiba lebih dulu tetapi sudah pulang. Hadir juga Pontjo Sutowo, Tri Hanurita Sudwikatmono, Rina Fahmi Idris, mantan Menteri Perekonomian Rizal Ramli, mantan Menkopin/Ketua UmumDekopin Adi Sasono, mantan Danpuspom Mayjen (Pur) Jasri Marin, Mayjen (Pur) Hanny dari Pindad
Ketua DPP Golkar Rambe Kamarulzaman, mantan Anggota DPR Ali Mochtar Ngabalin, mantan Menpora Mahadi Sinambela, politisi Golkar Titiek Soeharto, Azwir Daini Tara, Ade Komaruddin, Dubes Indonesia untuk Chili Ibrahim Ambong, Sekjen Menteri Pertanian Hasanuddin Ibrahim.
Ketua Komisi II Chaeruman Harahap, anggota DPR Mustafa Kamal, Dodi Reza Alex Noerdin, Bobby Marzuki, Selina Gita, Rahman, Abdul Azis (DPD RI), Bambang Yoga Sugama, Prof Mustafa Abdullah dari Komisi Yudisial, Prof Amzulian Rifai (dekan FH Unsri), Prof Edi Suandi Hamid (Rektor UII), Prof Herdri (Dekan FE UII), Prof Asma’i Ishak (Purek UII), Dr Zen Zanibar (PPS Unsri), Kapolda Sumsel, Pangdam Sriwijaya.
Kemudian para bupati/wakil bupati dan walikota/wakil walikota di Provinsi Sumsel dan Bengkulu, diantaranya Bupati Banyuasin Amiruddin Inoed, Bupati Ogan Ilir Mawardi, Bupati Empat Lawang Budi Antono, Bupati Lahat Aswari, Walikota Lubuklinggau Riduan Efendi, dan lainnya.
Seusai menghadiri pelantikan, Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie melakukan safari ramadhan di Kecamatan Tugumulyo.

*GMII Bagikan Selebaran

Sementara, pelantikan Bupati, Wakil Bupati Musi Rawas (Mura) H Riduan Mukti-H Hendra Gunawan periode 2010-2015 sempat diwarnai aksi dengan membagikan selebaran. Aksi tersebut dilakukan aktifis Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Lubuklinggau dan Mura, Minggu (5/9).

Aksi yang semula diagendakan menggelar orasi saat berlangsung pelantikan dibatalkan. Pembatalan itu dilakukan karena factor situasi yang kurang mendukung. Seketaris DPC GMNI , Lubuklinggau dan Mura, Aren Prima mengatakan, pihaknya membatalkan orasi karena situasi tidak mendukung. “Orasi dibatalkan,” katanya.

Adapun isi selebaran yang dibagikan kepada pengguna jalan di seberang jalan depan gedung DPRD Kabupaten Mura diantaranya mendesak bupati Mura untuk segera meningkatkan IPM (Indek Pembangunan Manusia) melalui optimalisasi kinerja dan sarana para pendididk dan peserta didik. Segera mengevaluasi kinerja setiap SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) yang ada di Kabupaten Mura guna mempercepat laju pembangunan, khususnya Dinas Pendidikan (Disdik) dan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra).
Tuntutan yang ketiga Mendesak Pemkab Mura untuk mengevaluasi keberadaan perusahan-perusahan yang ada di Kabupaten Mura baik perusahan lokal maupun luar untuk benar-benar turut menjalankan program pemerintah daerah demi mensejahterahkan masyarakat Mura. Dan Pemkab Mura melalui Bupati tidak boleh berhutang budi kepada kelompok atau partaiu politik manapun, melainkan hanya kepada rakyat. Demikain isi pernyataan yang ditandatangani Ketua DPD GMNI Lubuklinggau dan Mura, Redi Lansa dan seketaris, Aren Prima.

*Aburizal Kunjungan Ke Ponpes Walisongo

Usai menghadiri pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan bupati dan wakil bupati Mura, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Golkar Aburizal Bakri melakukan kunjungan ke Podok pesantren (Ponpes)Wali Songo Desa F. Trikoyo Kecamatan Tugumulyo Kabupaten Musi Rawas (Mura).

Kunjungan ini bukan hanya dihadiri Ketua Umum DPP Golkar Aburizal Bakri, dihadiri juga ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Golkar Sumatra Selatan (Sumsel) Alex Nurdin, kemudian Bupati Ridwan Mukti dan Wakil Bupati Hendra Gunawan.

Selain itu dihadiri juga oleh seluruh pengurus Ponpes yang ada di Kabupaten Musi Rawas, dan beberapa camat dan SKPD lainya.

Dalam kujungan ini Abdul Rizal Bakri dalam sambutanya mengatakan, silaturahmi terus- menerus dilaksanakan oleh partai Golkar, kepesantren-pesantren di selruh Indonesia dari ujung Propinsi Aceh sampai papua.
“Kunjungan silaturahmi ini di utamakan dunia pendidikan terutama pendidikan pada Pondok pesantren, sebab pesantren merupakan wadah dalam pembinaan akhlak yang baik,”ungkapnya.

Aburizal bakri juga mengungkapkan, bahwa dirinya sudah mengunjungi beberapa pondok pesantren yang ada di Indonesia diataranya di Dearah Propopinsi Jawa Tengah Sebanyak enam pesantren, kemudian Jawa Timur 10 Pesantren, Kalimantan dan beberapa pesantren lainya.

Aburizal mengatakan, pemimpin pemerintah khususnya pemerintah Sumsel sendiri kebayakan dari kader-kader Golkar sendiri seperti Bupati Musi Rawas merupakan dari kader Golkar, bahkan gubenurnya juga dari kader golkar. “Mudah-mudahan dengan kader-keder Galkar ini negara kita semakin aman dan sejahtera,”harapnya.

Kembali Aburizal menambahkan, saya merintiskan posko-posko aspirasi yang mudah-mudahan bisa di perjuangkan untuk kader Golkar. “Untuk kader Golkar yang akan menyampaikan aspirasinya,”kata Aburizal.

Menurut Aburizal Bakri masih banyak masyarakat miskin di Kabupaten Mura bahkan di Indonesia, ini harus diperjuangankan dan menjadi tanggung jawab Kepala Daerah
“Dalam hal ini Bapak Ridwan Mukti dan Wakil Bupati Hendra Gunawan,”ucapnya.

Masih kata Aburizal tugas generasi muda kita harus kita bina dengan Ilmu pengetahuan baik pengetahuan agama atau Al-qur’an dan pengetahuan teknologi. “Jangan sampai kita dengan negara luar,”ungkasnya.(01/05/06)


    ShoutMix chat widget