Ngaku Dipukul Pakai Senpi

Senin, 06 September 2010

 Salah seorang warga Desa Lesung Batu, Arsa Juarsah mengaku mendapat pukulan dari oknum petugas saat pembubaran massa. Kala itu dirinya berniat pergi ke Singkut dengan mengendarai sepeda motor. Sesampai di depan Mapolsek Rawas Ulu, ia berhenti sesaat petugas melepaskan tembakan ke udara.
“Saya dipukul dan diseret anggota polisi, padahal saya tidak tahu menahu mengenai peristiwa tersebut. Setelah dipukul, saya tidak ingat lagi (tak sadar, red),” cerita Arsa.
Akibat pemukulan ini, ia mengalami luka lebam di bagian pinggul, punggung dan kepala bocor. “Saya dipukul pakai benda sejenis besi mengenai kepala dan kaki,” akunya.

Sementara menurut cerita istri korban, Maimuna, akibat tindakan polisi itu, suaminya kini terbaring menjalani perawat medis di rumah sehingga tidak bisa mencari nafkah keluarga. “Hanya dia (suaminya) tulang punggung keluarga,” ungkapnya.

Hal sama diungkapkan Barlian (28), warga Desa Lesung Batu. Dia mengaku dirinya mendatangi Mapolsek Rawas Ulu guna mempertanyakan perbuatan oknum polisi yang diduga memukul Khoirul saat menggelar razia. “Saya dipukul pakai senjata api (Senpi) jenis pistol, akibatnya saya luka robek dan mendapat 15 jahitan di bagian kepala atas,” akunya.

Lanjut Barlian, tiba-tiba korban disergap dan ditangkap polisi lalu diduga dipukul. “Kami hanya minta dipertemukan dan mempertanyakan kepada oknum polisi tersebut,” jelasnya.

Menurut korban, anggota polisi selalu menggelar razia tanpa mengenal waktu lagi. “Razia pagi hingga tengah malam pukul 00.00 WIB. Dan polisi sudah keterlaluan kepada warga di sini hingga terjadi pemukulan kepada pelanggar kendaraan bermotor,” pungkasnya dengan nada kesal.

Sekdes Lesung Batu, Rozak hanya berharap kepada polisi supaya menyelesaikan masalah tersebut. Setidaknya mengurus dan membiayai perawatan medis terhadap korban. “Selama ini, hubungan kami dengan polisi baik-baik saja,” ungkapnyaa singkat.

Terpisah Kapolda Sumsel Irjen Pol Hasyim Irianto ketika dikonfirmasi mengenai tindakan tegas melumpuhkan dua orang warga saat pembubaran massa, sesuai dengan prosedur. Hal ini terpaksa dilakukan karena massa telah bertindak anarkis dan membahayakan nyawa orang lain. “Pembubaran massa sudah sesuai prosedur,” ujarnya. (03/08)


    ShoutMix chat widget