LUBUKLINGGAU–Bimbingan Belajar Gamaliel Science Center (Bimbel GSC) Lubuklinggau bekerjasama dengan harian pagi Linggau Pos akan mengadakan seminar analisa sidik jari. Seminar yang baru pertama kali diadakan di Kota Lubuklinggau berlangsung Minggu (26/9) di Gedung Kesenian Sebiduk Semare, Jalan Garuda Kelurahan Kayu Ara, Kecamatan Lubuklinggau Barat I.
Satu hari sebelumnya Sabtu (25/9) mulai pukul 08.00 WIB hingga 17.00 WIB, peserta diminta datang ke gedung Super Bimbel GSC untuk pengambilan sidik jari.
Seminar ini didukung percetakan dan sablon CV Adinda Kencana, penerbit Erlangga, dan Indosat, menghadirkan pembicara Irene F Mongkar selaku Professionnal Mother Level Graduate Course Advance Level dari Institute for The Achievement of Human Potensial Philadephia-USA.
Bagi calon peserta dapat mendaftarkan diri untuk mengikuti seminar ini dengan cara mendaftarkan diri ke panitia di Graha Pena Linggau, Jalan Yos Sudarso Kelurahan Batu Urip, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, tiap jam kerja. Banyak manfaat dengan mengikuti seminar ini seperti dijelaskan oleh Johannes Agus Taruna, Owner and Founder Super Bimbel GSC.
“Analisa sidik jari adalah analisa terhadap struktur sidik jari yang terdiri dari garis-garis yang dapat diklasifikasikan menjadi beberapa bagian. Garis-garis pada sidik jari membentuk suatu pola yang disebut Fingerprint Pattern. Pola sidik jari terbentuk secara genetik sejak embrio dalam janin pada usia 13-19 minggu,” papar Johannes.

Ia menambahkan pembentukan pola sidik jari ini dipengaruhi oleh kerja system syaraf (neuron) ke bagian otak. Dalam pola-pola sidik jari yang bersifat permanent ini, terekam kerja system neuron fungsi-fungsi bagian otak, dan kaitannya dengan dominasi Brain Hemisphere, Cerebral Lobes, dan Triune Brain.

Untuk diketahui, dari pengidentifikasian, pengklasifikasian dan penghitungan garis-garis epidermal ini akan diperoleh informasi pengenalan diri mengenai
bagaimana kecepatan dan ketelitian anak dalam menyerap informasi dan merespons/bertindak. Juga apakah kebutuhan dasar anak, tipe goal oriented-kah, tipe emosi dan perasaankah, ataukah tipe sistim kepercayaan?
Selanjutnya, apakah anak cenderung ke otak kanan atau otak kiri, profil kepribadian anak (dominan/interpersonal/steadyness/conscientious), dalam pergaulan (ekstrovert/introvert), gaya berpikir (subyektif/obyektif), menerima informasi (fakta/opini), bertindak (terencana/fleksibel)
Akan diketahui juga apa gaya berpikir anak (teoritis/praktis), gaya belajar anak (auditory/visual/kinestetik), gaya bekerja dan bidang pekerjaan yang sesuai kekuatan Intelegensi dominant dan potensi bakat yang dimiliki anak.
Potensi stress anak baik dalam belajar, mau pun dalam bekerja nantinya serta potensi stress dalam kepribadian anak.

Johannes juga menyatakan berdasarkan informasi yang diperoleh dari fingerprint analysis dapat terungkap potensi, kecerdasan, karakter, dan motivasi yang bersifat genetik, gaya dan metode pembelajaran yang paling efektif, memiliki referensi dalam menganalisa potensi diri, kekuatan dan kelemahan, mengembangkan bakat yang dominan agar berprestasi sebagai pedoman untuk memilih sekolah, jurusan dan cita-cita sesuai dengan potensi yang dimiliki.

Selanjutnya, Johannes memaparkan manfaat analisa sidik jari dari berbagai sudut, yaitu secara umum mengetahui bakat alami dengan cepat (dominasi otak kanan-otak kiri), mengetahui kecepatan dan ketelitian anak dalam menyerap informasi dan bertindak, mengetahui landasan motivasi seseorang, mengetahui kebutuhan dasar anak, (tipe goal-oriented, tipe emosi dan perasaankah atau sistem kepercayaan), mengetahui profil kepribadian (dominan/interpersonal/steadiness/ conscientious) dalam pergaulan (ekstrovert/introvert), gaya berpikir (subyektif/obyektif), menerima informasi (fakta/opini), bertindak (terencana/fleksibel). Serta mengetahui gaya belajar (auditory, kinestetik, visual) dan gaya berfikir yang efektif (teoritis, praktis), juga mengetahui potensi dan bakat yang lemah dan menonjol (multiple intelligence): kecerdasan bahasa, logic-matematika, intrapersonal, interpersonal, musical, visual ruang, kinestetis jasmani dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari, mengetahui gaya bekerja sehingga lebih percaya diri dalam pilihan hidupnya (profesi), mengetahui pilihan karirnya yang sesuai dengan bakat
Termasuk juga mengetahui potensi stress pada anak dalam belajar, maupun dalam bekerja nantinya serta potensi stress dalam kepribadian anak, dan tahu ciri-ciri atau karakter sikap bawaan.

Johannes menyebutkan keunggulan mengikuti analisa Sidik Jari yaitu tidak butuh waktu lama saat tes (10-15 menit), tidak ada vonis bahwa orang yang satu lebih bodoh dari yang lainnya, akurasinya sangat tinggi (efektif), sekali seumur hidup (efisien), tidak tergantung situasi psikologis (tidak mudah berubah-ubah), dan bisa untuk anak autis dan hiperaktif (anak berkebutuhan khusus lainnya)

Siapa saja yang dapat mengikuti tes Ini? ia menyatakan Toddler–Preschool – TK, SD–SMP– SMA, Mahasiswa, Karyawan, Institusi/Perusahaan, dan Umum.
Menurutnya, analisa sidik jari memiliki akurasi yang tinggi dan tidak mengandung unsur subyektifitas. Analisa ini bersifat permanen dan hanya perlu dilakukan sekali seumur hidup. Prosesnya sederhana, praktis, efisien, dan mudah diterapkan, serta dapat diaplikasikan untuk segala usia.

Pengambilan sampel sangat mudah, tidak memerlukan persiapan sama sekali karena bukan test dan hasil analisanya tidak dipengaruhi lingkungan, kondisi saat ini (sehat/sakit, kondisi nyaman/tidak). Berdasarkan hampir 20,000 anak dan orang dewasa yang sudah mengikuti Finger Print Analysis ini, secara keseluruhan dapat dikatakan mereka merasakan manfaat yang luar biasa dari hasil analisa ini. Sehingga mereka dapat mengetahui bagaimana memberikan yang terbaik bagi anak-anak mereka, bagi karyawan mereka, mau pun memahami diri mereka masing-masing. Akhirnya tentu akan sangat membantu untuk menciptakan individu-individu yang dapat berkembang maksimal sesuai dengan potensi serta bakat mereka, yang akhirnya menciptakan individu yang bahagia. (*)


    ShoutMix chat widget