Senang Fisika, Mencakup Seluruh Mata Pelajaran IPA

Predikat caumlade berhasil didapat Erdian Dwiyanti (20), mahasiswi STKIP PGRI Lubuklinggau dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,55 pada Program Studi (Prodi) Fisika. Berikut penuturannya.

Leo Mura, Lubuklinggau

HIRUK pikuk prosesi yudisum kemarin (Rabu, 15/9) dihiasi dengan kilatan blitz kamera dari setiap arah. Usai prosesi itu ada sebagian peserta yudisium sibuk berjabat tangan dengan ketua, dosen dan staf STKIP PGRI Lubuklinggau. Ada juga sebagian berfoto bareng hingga suasana mendung sore itu menjadi terang akibat dari cahaya lensa yang mereka gunakan.
Terlebih delapan orang mahasiswa yang menyandang gelar caumlade saat itu. Usai berjabat tangan dan foto bareng, wartawan koran ini mencoba mendekati mereka dan bertanya mengenai perasaan mereka di akhir yudisium. Salah satunya diantara mereka adalah Erdian, mendapatkan predikat sangat memuaskan dan IPK mencapai 3,55.
Dengan perasaan senang dan bangga, ia mangaku senang bisa memberi yang terbaik untuk STKIP PGRI teman dan dirinya sendiri. Terlebih gelar yang didapat tersebut sesuai harapan yang ia inginkan selama ini.
“Saya menyukai pelajaran ini sejak SMA dan kebetulan jurusan yang saya ambil saat SMA yakni jurusan IPA. Kendati Fisika merupakan mata pelajaran yang lebih komplek dibandingkan mata pelajaran lain. Sebab Fisika mencakup seluruh mata pelajaran IPA,” jelas alumni SMA Negeri 2 Lubuklinggau.
Ia mengaku selama kuliah di STKIP PGRI dirinya tak miliki trik atau stategi khusus meraih gelar caumlade. Namun pelajaran itu selalu dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari hingga menarik dan merasa enak setiap belajar khusus mata pelajaran Fisika. “Semua ini sesuai dengan motto yang saya dimiliki yakni keberhasilan yang dicapai merupakan niat yang harus ditanamkan dengan kuat. Awali segala perbuatan dengan niat sesuai dengan hadist rasul, sesungguhnya segala sesuatu itu harus diawali dengan niat,” ungkap kelahiran Lubukinggau 15 Juni 1989.

Kemudian pemilik tinggi 157 Cm dan bobot 51 Kg mengatakan satu hal yang membuatnya tertarik ingin menjadi guru karena merupakan profesi menantang. “Saya suka dengan hal-hal yang menantang. Terlebih dalam memahami psikologi anak. Jika kita tidak mengetahui psikologi mereka bagaimana mungkin kita akan mengajar mereka dengan penuh kenyamanan. Dan mengajar seseorang terlebih kita harus mengetahui keinginan dan cara apa yang harus digunakan sehingga mereka mudah dalam menerima palajaran yang diajarkan,” ungkap buah hati pasangan Randi dan Ermawati.

Hal yang sama juga diungkapkan rekannya, Lini Susanti (26), mengaku bangga atas prestasi yang ditorehkan tersebut. “Apa yang diusahakan selama ini tak mengecewakan. Memang selama ini keinginan yang kuat dan tekat dan penuh dengan tekad saya selalu optimis untuk mendapatkan gelar comlaude tersebut,” jelas Lini.(*)


    ShoutMix chat widget