Dewan Tolak Tanggapi Proyek DAM Bandara

Kamis, 16 September 2010

MUSI RAWAS–Ambrolnya DAM landasan pacu (Runway) Bandara Silampari terjadi beberapa waktu lalu, hingga kini belum ada kejelasan. Termasuk siapa yang berhak melakukan pengawasan terhadap proses pengerjaan proyek tersebut.
Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Musi Rawas (Mura), Ismun Yahya, ketika dikonfirmasi terkait permasalahan ini mengaku pengawasan proyek DAM runway Bandara Silampari kewenangan Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau.
“Permasalahan itu kita tidak tahu sebab sewaktu akan membangun DAM runway Bandara Silampari laporannya tidak masuk ke Komisi IV. Mungkin ke Kota Lubuklinggau. Maka dari itu, kami tidak bisa melakukan pengawasan terhadap proyek tersebut. Coba dikonfirmasi saja kesana (Kota Lubuklinggau),” ucap Ismun kepada wartawan koran ini, Rabu (15/9).
Terpisah, anggota Komisi III DPRD Kota Lubuklinggau, Budiono yang membidangi masalah pembangunan tak satu mau berkomentar masalah ambrolnya DAM runway Bandara Silampari. Begitupun halnya anggota Komisi II DPRD Lubuklinggau lainnya tidak mau memberikan kejelasan siapa yang bertanggung jawab terhadap pengawasan proyek pembangunan DAM runway tersebut.
Disinyalir, karena ketidakjelasan siapa yang berhak melakukan pengawasan, mengakibatkan pengerjaan proyek DAM runway diduga asal-asalan.

Sebelumnya, Pemkab Mura melalui Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Mura, Ari Narsa, meminta kepada kontraktor untuk bertanggungjawab, sebab masih dalam masa pemeliharaan. Karena peristiwa ambrolnya pembangunan DAM Bandara Silampari diduga akibat kelalaian dari PT Sentosa sebagai kontraktor pelaksana kegiatan.

“Kita minta pelaksana untuk memperbaiki kembali runway Bandara Silampari, karena masih dalam masa pemeliharaan. Pelaksananya PT Sentosa menggunakan biaya Rp 300 juta,” jelasnya.


Sementara pantauan di lapangan, belum ada perbaikan terhadap DAM runway Bandara Silampari yang ambruk beberapa waktu lalu. Proyek tersebut berada di Jalan Daru RT 5 Kelurahan Aire Kuti Kecamatan Lubuklinggau Timur I. Dilokasi DAM hanya terlihat tumpukan matrial batu kali serta pasir, namun belum ada aktivitas pembangunan.

Untuk diketahui, pembangunan DAM di sekitar landasan pacu Bandara Silampari untuk menahan landasan agar tidak terjadi longsor. Namun baru beberapa bulan dikerjakan, proyek fisik berada sekitar 300 meter dari tempat pesawat parkir itu kini mulai roboh. Ironisnya, di sekitar lokasi pembuatan DAM tidak terdapat papan merk identitas rekanan yang mengerjakan.

Kerusakan DAM yang diperkirakan mencapai 50 meter itu terdapat beberapa titik DAM yang tidak mengalami kerusakan, terlihat retak-retak diduga bahan baku semen yang digunakan tidak sesuai standar. Diantara patahan DAM terlihat jelas tiang cor yang digunakan untuk menahan DAM menggunakan besi 6 mm. (07)


    ShoutMix chat widget