Tim Labfor Ambil Sambel Air Kolam

Jumat, 06 Agustus 2010

*Jembatan K3D Lokasi Penabur Racun

TUGUMULYO- Matinya ikan di belasan kolam air deras di Kelurahan Karang Ketuan Kecamatan Lubuklingau Selatan II dan Desa D Tegalrejo Kecamatan Tugumulyo Kabupaten Musi Rawas (Mura), mulai ada titik terang. Ini menyusul ditemukan lokasi pelaku menaburkan racun yakni di Jembatan K3D, Kelurahan Karang Ketuan, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II. Kendati demikian, polisi belum dapat memastikan jenis racun yang ditebarkan pelaku, karena masih menunggu hasil tes sample air yang diambil tim Laboratorium Foresik (Labfor) Polda Sumsel, Kamis (5/8).

Terungkapnya lokasi awal penaburan racun ini berdasarkan keterangan saksi Udin (50), pengelola kolam ikan milik SN Prana Putra Sohe kepada tim Labfor Polda Sumsel. Dihadapan Polisi, Udin mengatakan ketika ikan peliharaannya terkena racun, ia dengan sigap menutup pintu DAM irigasi. Lalu Udin pergi mencari garam guna menetralisir zat kimia yang dikandung dalam air kolam.

“Saya saat berjalan ke jembatan ini, melihat ada serbuk putih berserakan di lantai jembatan. Dan saat saya pegang terasa licin. Jadi, dalam pikiran saya, serbuk itu pasti putas namun saya tidak menghiraukan masalah tersebut,” ungkap Udin.

Setelah mendapatkan garam, sambung dia, langsung ditaburkan ke kolam ikan. “Ikan kami juga mati akibat terkena racun. Ikan yang mati itu lebih kurang 100 kg,” jelasnya.

Lanjut Udin, dia tidak bisa mencurigai seseorang yang melakukan penaburan racun ke sungai, karena jembatan tersebut digunakan untuk masyarakat umum. “Tidak ada orang yang curigai,” ujarnya.

Menindaklanjuti laporan warga tadi, tim Labfor Polda Sumsel dipimpin AKBP Bambang PW dibantu tiga anggotanya serta Kanit Pidum II, Bripka Freddy, Rohman mengambil sampel, air di jembatan K3D. Mulanya, petugas dengan menggunakan sarung tangan plastik, meneteskan air yang ditunjuk Udin lalu memakai kapas menyerap airnya. Tidak hanya itu, petugas juga mengambil tanah yang melekat pada dinding jembatan dan air genangan di tengah jalan jembatan.

Sebelumnya, tim Labfor juga mengecek dan mengambil sampel di kolam Ikan Tarmizi seperti ikan mati, air kolam. Setelah cukup sampel dilanjutkan ke kolam ikan Darus, Susilo dan SN Prana Putra Sohe.

AKBP Bambang PW kepada wartawan koran ini mengatakan pihaknya belum mengetahui kandungan zatnya. “Kami akan membawa sampel ke Labfor Polda Sumsel guna diteliti dan diperiksa kandungannya,” jelasnya.

Untuk menyelesaikan penelitian kandungan zatnya, sambung Bambang, lebih kurang tujuh hari. Sebab penelitian sampel harus ekstra hati-hati sehingga mendapatkan hasil maksimal.

Terpisah Kapolres Mura, AKBP Imam Sachroni melalui Kasat Reskrim, AKP Maruly Pardede saat dihubungi wartawan koran ini, tadi malam (Kamis, 5/8), mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan dan memintai keterangan saksi-saksi. “Personel sudah dikerahkan untuk selidiki kasus kematian ikan,” kata Maruly. (08)


    ShoutMix chat widget