LUBUKLINGGAU- Hampir sebagian besar Bank di Kota Lubuklinggau belum memilii kamera closed circuit Television (CCTV). Padahal pemasangan CCTV merupakan syarat mutlak bagi pengamanan Bank dari tindak kriminal. Demikian dikatakan Ketua Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Kota Lubuklinggau, Sulaeman Taher usai pertemuan dengan Kapolres Lubuklinggau AKBP Takwil Ichsan, Sabtu (22/8) membahas pola pengaman Bank sebagai antisipasi isu yang makin marak tentang tindak perampokan terjadi.
“Sampai saat ini banyak Bank di Lubuklinggau memang belum  memasang CCTV sebagai penunjang keamanan. Kami sudah menghimbau kepada seluruh pimpinan Bank untuk memasang CCTV guna pengamanan, tapi himbauan itu belum digubris, mungkin karena masalah teknis perusahaan,” jelas Sulaeman.

Ditambahkan Sulaeman yang juga Kepala Cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) Lubuklinggau, pihaknya akan segera memasang kamera CCTV didalam maupun luar ruangan. Tujuannya untuk menunjang penjagaan keamanan Bank dari tindak kriminal sekaligus memantau nasabah-nasabah yang mencurigakan. “Paling lambat sebelum Idul Fitri kami akan memasang CCTV,” uar Sulaeman.

Sampai saat ini ia mengaku pola pengamanan BRI masih memadai dengan penambahan dua personil Polri dari Polres Lubuklinggau dengan dipersenjatai lengkap. Kemudian ia menghimbau kepada setiap nasabah BRI khususnya dan bank-bank lain umumnya, jika memerlukan bantuan pengamanan setiap penarikan maupun setoran tunai dalam jumlah yang besar, agar segera memberitahukan pihak Bank bersangkutan agar diprioritaskan.

Disisi lain, Sulaeman Taher menyambut baik upaya Polres Lubuklinggau yang mengundang para pimpinan Bank guna membahas pola pengamanan dan menyamakan persepsi. Tujuannya untuk mengamankan Bank dari tindak perampokan, penjambretan nasabah, dan penipuan yang makin beragam.
“Saya menyarankan Kapolres Lubuklinggau untuk segera memberikan himbauan tertulis kepada setiap pimpinan bank untuk segera memasang kamera CCTV, karena hal itu sangat bermanfaat bagi bank sendiri dan membantu kepolisian mengungkap pelaku kejahatan jika kiranya terjadi tindak criminal,”sarannya.

Seperti diketahui pemasangan kamera CCTV di Bank makin marak, setelah dihebohkan dengan perampokan Bank CIMB di medan memakan korban dua personil anggota Brimob yang ditembak perampok sekitar 16 orang. Kasus lainnya perampokan toko emas di Bukit Duri Tebet Jakarta Selatan, dan kasus-kasus lain.
Setiap Polda, Polres diminta mulai waspada mengantisipasi tindak kriminal menjelang hari raya Idul Fitri. Akan tetapi sebagai nasabah Bank dan sebagai pemakai jasa dituntut untuk tetap waspada dan berhati-hati agar tidak menjadi korban tindak kejahatan. (MG02)


    ShoutMix chat widget