Pilih Asmara Subuh atau Ngabuburit

Minggu, 22 Agustus 2010

Bulan suci Ramadhan termasuk salah satu bulan  penuh berkah dan rahmat karena banyak sekali umat Islam berlomba-lomba untuk mencari amal kebaikan. Salah satunya dengan mengerjakan shalat Tarawih berjamaah di masjid.
Bulan Ramadhan juga dapat dijadikan tempat berkumpulnya dengan keluarga sebab bulan ini kita dapat merasakan kekompakan bersama masing-masing keluarga.
Di bulan ini banyak remaja-remaja yang mengadopsi tren masa kini, antara lain dengan ngabuburit dan asmara subuh.
Kenapa seperti itu? Dari hasil responden yang kita dapat 50 persen banyak memilih ngabuburit (Menghabiskan waktu sore hari dengan jalan-jalan menjelang berbuka) dan 50 persen lagi lebih memilih asmara Subuh.
Dari hasil yang kita lihat memang seimbang. Berarti remaja selama ini banyak menjalankan hal tersebut bila puasa di bulan Ramadhan tiba. Bagi sebagian besar remaja ini  merupakan rutinitas mesti dijalani setiap Ramadhan tiba, baik ngabuburit atau asmara subuh. Karena hal itu jarang dilakuin di bulan-bulan lain selain bulan Ramadhan.
Seperti sobat SmarT kita, Yhani siswa SMAN 6 Lubuklinggau. “Kalo gue seh lebih sering ngabuburit bareng temen-temen dibanding dengan jogging waktu Subuh. Walaupun jogging waktu Subuh itu lebih sejuk udaranya tetapi ngabuburit di sore hari juga lebih seru,” kata Yhani. Ia menambahkan apalagi bareng temen-temen, pastinya happi banget.

Penyebab Asmara Subuh
Kalau bicara masalah puasa emang asyik banget kan. Kita bisa membahas banyak yang yang menarik dalam melakukan puasa atau ibadah lainnya di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini. Kali ini kita akan membahas faktor-faktor penyebab remaja banyak yang melakukan asrama Subuh selalu trend di kalangan remaja. Sesuai dengan namanya Asrama Subuh dilakukan pada pagi hari seusai shalat azan Subuh berkumandang.
Kegiatan ini identik dengan cara beramai-ramai bersama teman-teman dengan mengelilingi jalan atau mengunjungi suatu objek berupa tempat yang indah. Kalau dipahami kegiatan ini nggak beda jauh dengan jalan pagi atau jogging pada pagi hari.
Pertanyaan mulai muncul dari dalam diri kita, kok mau melakukan rutinitas yang juga menguras tenaga padahal makanan waktu sahur belum dicerna dengan baik dan lain-lain? Sebenarnya, banyak timbul aksi pro kontra dalam membahas masalah asrama Subuh. Sebagian kalangan sangat setuju kegiatan ini dana ada sebagian lagi tidak menyetujui dengan alasan tertentu. Mari kita dengar pendapat sobat SmarT, Julisa Elfandi. “Menurut saya kegiatan itu asyik banget. Kita berolahraga pada pagi hari dan tetap menjaga stamina agar lebih bugar dan sehat tentunya. Kita melaksanakannya seusai shalat Subuh jadi nggak berdampak buruk bukan. Bagi remaja sekarang yang paling enak kalau bisa ngumpul bareng teman dan melakukan aktifitas positif. Lagipula puasa jadi membuat badan kita teta kelihatan fit walaupun sedang berpuasa.” 
Lain halnya dengan teman kita, Putri Arice. “Saya kurang setuju dengan adanya aktifitas seusai shalat Subuh yang sering disebut Asrama Subuh. Kita dapat menghabiskan waktu dengan hal-hal yang lebih bermanfaat dan berguna. Seharusnya moment-moment yang kurang penting itu dapat diganti  dengan kegiatan mendengarkan ceramah atau kultum di masjid seusai shalat Subuh, tadarus, atau dapat juga membantu orang tua kita di rumah,” paparnya.
Udah kita denger kan beberapa pendapat dari sobat SmarT kita. Berdasarkan hasil survey kami selama ini   faktor- faktor penyebab remaja melakukan Asrama Subuh adalah ajakan teman 70 persen, dan karena rutinitas setiap bulan Ramadhan datang 30 persen. Bener juga tuh kata salah satu sobat smart mau ngabuburit atau jogging sama seru nya kok, tinggal kita liat aja ada gak manfaat nya buat diri sendiri. Karena kita enggak bisa pungkiri bahwa asmara Subuk kayak gitu jarang-jarang kita rasain kalo enggak di bulan Ramadhan. (*)


    ShoutMix chat widget