MUARA BELITI-Aparat Polres Musi Rawas (Mura) masih melakukan penyelidikan kasus pencurian sawit yang dilaporkan PT Indo Consult. Hingga Kamis (12/8), sedikitnya tujuh orang saksi diperiksa, termasuk Koordinator Gerakan Masyarakat Rawas Ilir (GEMARI) berinisial JS selaku terlapor.

“Kami belum cukup bukti untuk menetapkan tersangka. Jadi, Js yang diamankan baru sebatas saksi,” kata Kapolres Mura, AKBP Imam Sachroni melalui Kasat Reskrim, AKP Maruly Pardede kepada wartawan koran ini, Kamis(12/8).

Ditambahkan Maruly, hasil penyidikan sementara, dari tujuh orang saksi yang diperiksa tidak ada yang melihat Js melakukan pencurian sawit di kebun milik PT Indo Consult. Saksi tersebut hanya melihat JS berada di lokasi perkebunan dari jarak lebih kurang 1 KM. “Kami masih melakukan penyelidikan dan memintai keterangan saksi-saksi lain,” jelasnya.

Terpisah JS ketika dikonfirmasi melalui Hp-nya mengatakan, dirinya diperbolehkan pulang dari Polres Mura, Rabu (11/8) sekitar pukul 16.00 WIB. Dalam kasus ini, JS diminta untuk wajib lapor setiap Senin dan Kamis ke Mapolsek Rawas Ilir. “Alhamdulillah saya diperbolehkan untuk pulang ke rumah oleh pihak Polres Mura, sekarang sudah ada di dusun (Rawas Ilir, red). Penangkapan saya pada Selasa (10/8) di Palembang sudah sangat prosedural. Anggota Polres Mura memang betul-betul bermasyarakat,” kata JS melalui Hpnya.

Untuk diketahui, JS diamankan aparat kepolisian Polres Mura, Selasa (10/8) sekitar pukul 10.00 WIB di Palembang diduga terlibat kasus pencurian buah sawit milik PT Indo Consult pada Juli 2010. JS diamankan saat akan mengikuti pertemuan penyelesaian sengketa lahan dengan pihak PT Indo Consult difasilitasi Pemkab Mura. (03)


    ShoutMix chat widget