LUBUKLINGGAU- Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) AN-NIDA’ Lubuklinggau helat pesanter Ramadhan. Kegiatan sejak Kamis (19/8) hingga Sabtu (21/8) dimeriahkan dengan berbagai macam rangkaian perlombaan, dengan tema ‘Ramadhan di qolbu, Ramadhan ku rindu’.

Menurut Kepala SDIT AN-NIDA Indah Prasetyaningsih, melalui Ketua Panitia pesantren Ramadhan Muhammad Tarmizi, menjelaskan kegiatan  Pesantren Ramadhan ini biasa dilaksanakan setiap tahun. Namun ada satu hal yang membuatnya luar biasa dari pada tahun-tahun sebelumnya. Sebab perlombaan yang diperuntukan bagi siswa tersebut, berbeda-beda untuk setiap jenjang kelas.

Untuk cabang lomba kelas 1, yakni membaca niat berpuasa dan berbuka puasa. Kemudian kelas 2 dan kelas 3 lomba Tahfidz Alquran, surat Al-Humazah  sampai Al-Bayyinah. Sementara cabang lomba di kelas 4 membaca puisi dengan tema Ramadhan. “Sedangkan untuk kelas 5 lomba membaca puisi Ramadhan dan puzzle ayat Al-Quran,” katanya kepada wartawan koran ini, Senin (23/8).

Ditambahkan Tarmizi, cabang lomba pesantren Ramadhan juga diisi dengan materi-materi yang berkaitan dengan puasa, nonton bareng (Nobar) dan berbagai macam games yang disampaikan langsung oleh ustadz dan ustadzah SDIT AN-NIDA’ Lubuklinggau secara komunikatif dan membangun. Dan pesantren Ramadhan 1431 H, ditutup dengan rangkaian acara buka puasa bersama keluarga besar SDIT AN-NIDA’ Lubuklinggau, Sabtu (21/8) di Ball Room Hotel Sempurna Lubuklinggau, yang dikoordinir langsung Ketua Panitia Pesantren Ramadhan Ustadz Muhammad Tarmizi. Dan acara ini dihadiri seluruh siswa serta wali murid dan Yayasan Nida’ul Jannah, serta segenap kelurga besar SDIT AN-NIDA’ Lubuklinggau.

“Alhamdulillah luar biasa dan tetap semangat. Allahuakbar Allahuakbar. Itulah jawaban dari 200 orang lebih siswa SDIT AN-NIDA’ Lubuklinggau ketika master ceremony Ustadz Ponidi menanyakan kepada semua siswa ‘apakabar semuanya’,” ungkap Tarmizi sambil memperagakannya.

Kesempatan itu dilanjutkan dengan yel-yel tepuk anak sholeh dan tepuk bisa, untuk membakar semangat anak dalam acara tersebut, yang  membuat wali murid dan undangan yang tidak kurang dari 500 orang, sontak ‘terkejut’ dengan lengkingan suara siswa yang memenuhi ruangan. Kemudian acara itu langsung dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Quran dan saritilawah oleh siswa kelas 5 Nabila Kurnia Afifah dan Ummu Karimah.

Kemeriahan pembukaan acara dilanjutkan dengan persembahan tari BADINDIN oleh siswa kelas 3B sebanyak 12 orang yang terdiri dari Haikal, Faisal, Fahri, Nanda, Gilang, Ade, Yaya, Aliyah, Shalshabila, Firda, Zahra dan Putri Salma. Setelah lebih kurang lima hari berlatih dibawah asuhan wali kelasnya ustadzah Emilda Ferawati dan Siti Nuratina.  “Penampilan tersebut sangat memukau para penonton yang hadir, nampak dari antusias penonton memperhatikan keapikan seragam tari minang yang digunakan dan kekompakan siswa dalam menggerakkan motorik tubuhnya yang sudah diajarkan,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Ketua Yayasan Nida’ul Jannah Ustadz Irwan Evendi mengatakan ucapan terimakasih kepada seluruh wali murid dan undangan yang hadir, dan menyampaikan permohonan maaf dan harapan demi kemajuan seluruh siswa SDIT AN-NIDA’ Lubuklinggau ke depan. “Setelah itu, AVO (An-Nida’ Voice) yang terdiri dari siswa kelas 5 pun kembali unjuk kebolehan dalam senandung nasyid doa robithoh dan palestina oleh Dafa dan teman-teman yang dibawah asuhan ustadz. M. Tarmizi,” imbuhnya.


H Hasbi Saidina Ali dalam taushiyahnya mengatakan bahwasanya, ‘Pendidikan bukanlah segala-galanya, akan tetapi segala-galanya bermula dari pendidikan’. Diakhir ceramahnya ia mendoakan semoga SDIT ANNIDA menjadi pelopor dalam melahirkan generasi Rabbani sebagai penerus cita-cita bangsa. Kemudian, H Saidi Ali megkhalifai doa pada penutupan acara tersebut. “acara tersebut ditutup mendekati detik-detik berbuka puasa, dan ditampilkan slideshow tentang profil SDIT AN-NIDA’ Lubuklinggau, yang kesemua rangkaian acara terangkum dalam sebuah tema besar bersahaja ‘Ramadhan di qolbu, Ramadhan ku rindu’,” pungkasnya.(10)


    ShoutMix chat widget