Membentuk Akhlak dan Nilai Keagamaan Siswa

Guna meningkatkan dan mempertebal iman di kalangan siswa siswi SMA Negeri 2 Lubuklinggau, maka digelar pesantren Ramadhan. Terlebih di bulan penuh berkah dan magfirah dan bulan yang penuh dengan ampunan ini. Berikut laporannya.

Leo Mura, Lubuklinggau

BULAN suci Ramadhan merupakan bulan yang dinanti oleh umat Islam sedunia. Apalagi di bulan ini pintu taubat dan jalan untuk melakukan hal yang baik sangat besar peluangnya.
Seperti halnya dilakukan siswa siswi SMA Negeri 2 Lubuklinggau beralamat di Jalan Mayor Toha Kelurahan Air Kuti, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, semangat dan antusias mengikuti kegiatan pesantren Ramadhan dibuka oleh Kepala SMAN 2 Lubuklinggau, Sutoro, sejak Senin (23/8).

“Pesantren Ramadhan ini dilaksanakan selama satu minggu dimulai sejak Senin (23/8) hingga Sabtu (28/8). Kegiatan itu diikuti seluruh siswa siswi SMAN 2 Lubuklinggau, mulai dari kelas X hingga XII,” kata penyampai materi Aqidah dan iman, Guntur kepada wartawan koran usai acara pesantren Ramadhan, Rabu (25/8).
Maka dari itu pelaksanaan kegiatan ini dilakukan bergantian per lokal di Mushalah SMAN 2 Lubuklinggau. “Materi yang diajarkan terdiri dari aqidah dan iman, fiqih ibadah, dan hukum (Syariah). Dengan harapan dapat mempertebal iman dan menjalin tali silaturahmi para siswa. Selain itu, siswa dapat lebih mendalami arti iman kepada Allah SWT,” tutur Guntur dengan semangat.

Untuk itu, kegiatan ini diadakan oleh Rohis SMAN 2 merupakan salah satu wujud dari kesadaran sebagai umat muslim. Dengan dilaksanakannya pesantren Ramadhan ini diharapkan peserta didik dapat lebih memahami arti keimanan telah diajarkan Nabi besar Muhammad SAW, serta dapat menerapkannya dalam lingkungan bermasyarakat dan bukan hanya di lingkungan sekolah.

“Dengan kajian materi demi materi dapat membuka hati siswa serta kesadaran untuk lebih memahami ajaran Islam itu sebenarnya. Seperti melawan hawa nafsu di bulan Ramadhan ini. Sebab puasa bukan hanya menahan lapar saja, melainkan menahan dari segala-galanya. Kita harap melalui kegiatan ini dapat membentuk mental dan nilai keagamaan siswa siswi SMAN 2 Lubuklinggau yang kokoh, terutama di era globalisasi yang penuh dengan problematika yang mampu menjerumus mereka dengansekejab,” ungkap Guntur seraya melihat siswa siswi.
Maka dari itu, sesuai dengan materi yang ia ajarkan sangat kuat kaitannya dengan kehidupan mereka, terutama dilingkungan masyarakat. Dengan akidah anak dapat mengetahui keyakina mereka kepada Allah SWT. “Kegiatan ini kita tekankan pada pergaulan mereka dikehidupan sehari-hari. Jika aqidah dan iman mereka mantap, Insya Allah mereka dapat membentengi diri mereka, kendati mereka telah memiliki dasar yang kuat,” pintanya.

Salah seorang peserta pesantren Ramadhan, Hendri menyambut positif kegiatan yang diikutinya. Karena selain dapat mendalami ilmu agama juga dapat menjalin tali silaturahmi antar siswa. “Yang jelas kami merasa senang dengan kegiatan ini, sebab kami dapat mengetahui tentang agama,” tandasnya.(*)


    ShoutMix chat widget