Menjamin Hak Anak Tanpa Diskriminasi

Rabu, 04 Agustus 2010

*Pawai PAUD Meriahkan Hari Anak Nasional


Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) di Kota Lubuklinggau berlangsung di Lapangan Merdeka Kelurahan Pasar Pemiri, Kecamatan Lubuklinggau Barat II, dimeriahkan pawai anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Berikut laporannya.

Leo Mura, Lubuklinggau

TEMA anak indonesia belajar untuk masa depan merupakan salah satu langkah pasti menuju Indonesia berubah, dan Kota Lubuklinggau cerah. Berubah dari segala hal? Ya, berubah segala-galanya memang sulit terutama dalam menghormati dan menjamin hak-hak anak tanpa diskriminasi. Terlebih sub tema yang menyatakan, “Kami anak Indonesia jujur, berakhlaq mulia, sehat, cerdas, dan berprestasi.”
Apalagi antusias anak PAUD antusias saat mengikuti pawai keliling. Kemudian di sela-sela kegiatan itu diisi dengan bebagai macam pertunjukan dari beberapa anak, mulai dari permainan biola dan drumband anak. Dilanjutkan dengan pengambilan sampel anak jalanan yang sering menggunakan aibon. Dengan tujuan untuk memberi sosialisasi kepada anak agar tak melakukan perbuatan tidak baik tersebut.
“Peringatan HAN pada hakekatnya merupakan momentum penting untuk menggugah kepedulian maupun partisipasi seluruh rakyat Indonesia untuk menghormati, dan menjamin hak-hak anak tanpa diskriminasi. Serta memberikan yang terbaik bagi anak,” harap Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Lubuklinggau, Septiana Zuraida melalui Sekdin, Agus Sugianto didampingi Kabid Pendidikan Luar Sekolah (PLS), Maryani kepada wartawan koran ini, Selasa (3/8).

Untuk itu, guna menjamin semaksimal mungkin kelangsungan hidup dan perkembangan anak serta menghargai pendapat anak, maka Disdik Kota Lubuklinggau mengadakan pawai dengan jumlah 320 anak dari 25 PAUD di Kota Lubuklinggau. Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama antara Disdik kota dengan Himpunan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan PAUD (Hinpaudi). “Dari hasil kerja sama itu, kami mengadakan pawai untuk anak PAUD,” lanjutnya.

Pawai itu dimulai dari Lapangan Merdeka, Jawa Kiri, Kelurahan Megang, Jalan Depati Said. Hingga berakhir menuju Gedung Kesenian Kota Lubuklinggau. Selain mengadakan pawai pihaknya mengadakan lomba memakai baju sendiri, doa orang tua, dan lomba mewarnai. “Lomba ini untuk meningkatkan peran serta masyarakat dan swasta bersama dengan pemerintah dalam menyelenggarakan upaya pembinaan dan pengembangan anak secara holistik-integratif, dan berkesinambungan,” ucap Agus Sugianto.

Menurutnya, dari event ini dapat memberi kegembiraan dan keceriaan serta memberi semangat anak untuk menuju ke kehidupan lebih baik. Upaya itu ditujukan untuk memenuhi hak-hak anak, dalam mewujudkan tingkat kesejahteraan anak, dan memberikan perlindungan yang setinggi-tingginya bagi anak sebagai generasi penerus cita-cita bangsa.(*)


    ShoutMix chat widget