Mengaku Siap Dikoreksi dan Dikritik

Komandan Distrik Militer (Dandim) 0406 Mura, Letkol Inf Niko Fahrizal menggantikan Letkol Inf Suryana, yang pindah tugas ke Rindam Muara Enim. Acara serah terima jabatan (Sertijab) itu dipimpin Danrem 044/Gapo, Kolonel Inf Wiyarto, Senin (23/8) di Balai Prajurit Kodim 0406 Mura.
Agus Hubya Handoyo, Lubuklinggau
SORE sekitar pukul 16.00 WIB, halaman Makodim 0406 Mura berjejer mobil pejabat Pemkot Lubuklinggau, Pemkab Mura, Polres Lubuklinggau, Polres Mura, Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuklinggau, Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau dan tamu undangan.
Di belakang kantor Dandim 0406 Mura, terpasang tenda warna putih dipadu dengan warna merah, dibawahnya disedikan ratusan kursi dan meja makan untuk buka puasa bersama. Tepat pukul 17.00 WIB, unsur Muspida Pemkot Lubuklinggau dan Pemkab Mura menuju ke Balai Prajurit guna menyaksikan proses sertijab Dandim 0406 Mura yang lama ke baru.
Tidak lama kemudian, Danrem 044/Gapo, Kolonel Inf Wiyarto menyusul pejabat tersebut. Setelah Letkol Suryana secara resmi menyerahkan terima jabatannya ke Letkol Niko Fahrizal ditandai penandatanganan berita acara, Danrem Kolonel Inf Wiyarto menyampaikan pergantian kepemimpinan suatu hal yang wajar dan harus dilaksanakan. Sebab pergantian itu sebagai upaya peningkatan pembinaan personel, karier dan lain sebagainya.
“Saya berharap kepada anggota Kodim 0406 Mura tetap menjaga kebersamaan, loyalitas kepada komandan baru,” jelas Wiyarto.

Usai sertijab, unsur Muspida dan pejabat lainnya menuju ke tenda guna melanjutkan acara berikutnya yaitu pisah sambut hingga buka bersama. Mulanya, mantan Kodim 0406 Mura, Letkol Suryana diberikan kesempatan memberikan sambutan. Intinya, Suryana mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak selama 2 tahun tiga bulan menjalankan tugas di Lubuklinggau dan Mura.

Selanjutnya Dandim 0406 Mura, Letkol Niko Fahrizal menyampaikan sambutan. Niko Fahrizal didampingi istri dan dua anaknya mengatakan, dirinya menjalankan tugas di negara baru 12 tahun. “Kami sudah sembilan kali pindah sehingga istri saya terampil mengepak barang-barang,” ucap bapak dua anak ini.
Selama mengabdi pada negara, sambung dia, terus menjalankan tugas di Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad). “Saya berusaha mengubah gaya kepemimpinan sehingga mencapai hasil yang lebih baik,” ujarnya.

Lanjut dia, dirinya mohon bantuan kepada semua pihak demi kebaikan selama menjalankan tugas. “Saya siap dikoreksi dan kritik,” ucap pria kelahiran Banda Aceh, 10 September 1968 ini.

Usai pisah sambut, acara dilanjutkan pemberian cindera mata lalu siraman rohani oleh Inatullah menjelang buka puasa, hingga mengerjakan shalat Isya dilanjutkan shalat tarawih dan witir berjamaah di masjid yang berada di sana. (*)


    ShoutMix chat widget