LUBUKLINGGAU- Berburu penganan berbuka puasa di sore hari salah satu tradisi Ramadhan warga Kota Lubuklingga. Meski sudah punya beragam menu di rumah, belum lengkap rasanya kalau tidak jajan di luar.

Tak heran, saat bulan suci tiba, di sejumlah lokasi tumbuh penjaja penganan berbuka bak cendawan di musim hujan. Seperti terlihat di Pasar Inpres, dan di depan eks Makompi kelurahan Taba Pingin, Kota Lubuklinggau.

Yati (26), mengaku kewalahan melayani pembeli ketika menjelang bedug Adzan maghrib. “Kalau sudah menjelang Maghrib, pasar ini penuh. Banyak yang berdesakan, dan pembeli terkadang sampai tidak terlayani,” jelas Yati, yang berdagang di Pasar Kaget samping Telkom jalan Garuda Putih Kota Lubuklinggau.

Aneka corak penganan dan minuman segar dijaja pedagang musiman di rak-rak yang tertata di sisi-sisi jalan. Saban sore, kawasan itu kerap macet karena warga merapat ke rak-rak yang isinya cukup menggunggah selera.

Dalam tatanan rak-rak tersebut, yang dijajakan bukan hanya kue maupun gorengan. Tidak ketinggalan, aneka minuman yang telah dikemas dalam bungkus menjadi lebih cantik ketika dipajang. Oleh sebab itulah, setiap pengunjung pasar ini mengaku tidak pernah bosan untuk menikmati jajanan pasar yang selalu disiapkan oleh pedagang.

Andini (21), Mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Kota Lubuklinggau yang mengaku anak kos ini mengatakan, “Saya hampir tiap sore berbelanja ke sini, di rumah makanan tetap ada, tapi ini untuk melengkapi saja,” kata Andini saat ditemui koran ini di Pasar Kaget depan Kompi, Senin (23/8).

Kebiasaan sama juga dilakoni, Dwi (19) yang mengaku meski sekedar jalan-jalan ke pasar kaget bisa mengurangi kejenuhan. “Kalau saya sama teman-teman lebih suka ke pasar bedug, sambil lihat-lihat makanan. Tapi terkadang agak ngeri juga, soalnya desak-desakan, belum lagi di pasar depan kompi ini kan tidak ada petugas. Kami terkadang khawatir dan kewalahan kalau mau parkir motor,” jelas Dwi. (Mg03)


    ShoutMix chat widget