Belasan Kolam Ikan Tercemar Racun

Kamis, 05 Agustus 2010

*Puluhan Ton Ikan Mati

LUBUKLINGGAU-Belum lagi terungkap pelaku peracun ikan kolam air deras milik Usma di Desa Tanah Periuk, Kecamatan Muara Beliti, yang terjadi beberapa waktu lalu, kejadian serupa kembali terulang. Belasan kolam ikan di Kelurahan Karang Ketuan, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II dan Desa D Tegalrejo, Kecamatan Tugumulyo, diduga mengalami keracunan.

Peristiwa yang terjadi, Rabu (4/8) sekitar pukul 03.30 WIB ini mengakibatkan sekitar puluhan ton ikan jenis Nila dan Emas, mati.

Belasan kolam ikan terkena racun yakni kolam milik Silo, Darus, Yunarsono Edi, Ridwan, Pian, Aping, Tarmizi, Jamil Alpian, Sarbi, Wito dan Andri Novanto. Semua kolam berada di Kelurahan Karang Ketuan dan Desa D Tegalrejo, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas. Hingga berita ini naik cetak, belum diketahui jenis racun yang terkandung didalam ikan.

Informasi dihimpun wartawan koran ini di lapangan menceritakan, peristiwa matinya puluhan ton ikan ini dimulai dari hulu kolam ikan milik Silo. Pelaku diduga menaburkan racun di aliran irigasi primer di hulu kolam milik Silo. Selanjutnya racun menyebar ke seluruh kolam yang ada hilir.

Ikan-ikan tersebut meloncat, menggelepar, lalu sekitar setengah jam kemudian mati. “Kejadiannya hampir sama dengan yang baru-baru ini terjadi. Mungkin sengaja diracun orang. Ikan mulai mati dari kolam milik Silo ke bawah, hingga terus ke kolam di Tugumulyo Musi Rawas, di sepanjang saluran ini. Sebab kolam sebelum Silo tidak terkena racun,” cerita Andri Novanto, peternak ikan di Kelurahan Karang Ketuan, Lubuklinggau Selatan II, Rabu (4/8) kepada wartawan koran ini.

Dijelaskan Andi Novanto, beberapa peternak ikan lain mengetahui kejadian, langsung melakukan antisipasi dengan cara menaburkan garam ke dalam kolam. Sehingga, ada sebagian kecil ikan di kolamnya masih bisa diselamatkan.

“Kolam saya hanya ada 700 Kg usianya sektar satu bulan. Yang mati sekitar 400 Kg. Sementara yang masih bisa diselamatkan sekitar 300 Kg setelah saya menaburi kolam dengan garam sekitar 15 zak setelah mengetahui gejala ikan keracunan,” jelas Novanto.

Menurutnya, rata-rata ikan yang mati kali ini menimpa peternak ikan skala kecil. Dari belasan peternak ikan yang tertimpa musibah tersebut, hanya ada dua kolam ikan milik pengusaha skala besar.

“Ada belasan peternak ikan yang terkena musibah ini, kalau ditotal jumlah ikan yang mati kali ini puluhan ton,” katanya.

Sementara pengelola kolam milik Tarmizi, bernama Iwan (35) mengatakan, kejadian itu pukul 03.30 WIB. Ia mengetahui kejadian ini dari penjaga malamnya bernama Nawi, Karyono, dan Boy.

“Kemudian melihat banyak ikan mabuk, kami membuka bendungan, lalu memberi garam sebanyak lima pikul. Sisanya ikan pun banyak keluar akibat dibuka bendungan itu,” ucap Iwan.

Kembali Iwan mengatakan, seluruhnya kolam deras yang ada 30 unit dengan luas satu hektar, diperkirakan dengan kejadian ini kerugian ikan yang mati dan lepas lebih kurang 10 ton. “Kami banyak mengalami kerugian, kalau mau tanya berapa banyak ikan yang mati, saya jawab puluhan ton. Tetapi berapa pastinya tidak tahu. Karena ikan yang kita tebar baru berumur sekitar 2 bulan,” akunya.

Di tempat terpisah, Alfian yang juga pemilik kolam di Desa D Tegalrejo Kecamatan Tugumulyo, mengaku kejadian diketahui penjaga kolam deras miliknya sekitar pukul 03.30 WIB. “Kemudian penjaga kolam deras nelpon saya, lalu kami pun langsung meluncur ke kolam ikan. Dilihat sudah banyak ikan di kolam mabuk keracunan, sebagiannya banyak melompat ke sungai. Kerugian diperkirakan 3 sampai 5 ton, kalau diuangkan kerugiannya mencapai Rp 50 juta sampai Rp 100 juta, ini juga terlihat bertambah terus yang mati,” papar Alfian.

Lanjut Alfian, kejadian ini sudah dua kali dirasakannya. Pertama terjadi berbarengan dengan kasus yang menimpa kolam milik H Usman Farida. “Kalau dilihat jenis racunnya sama dengan kemarin sebab bau kadar sama dengan sebelumnya,” ungkap Alfian.

Pasca kejadian, puluhan masyarakat dari berbagai penjuru berbondong-bondong menjala ikan di sepanjang saluran irigasi primer. Seperti halnya dilakukan Joko, warga Desa D Tegalrejo mengaku mendapat 10 Kg ikan hasil menjala. “Kejadian ini memang menguntungkan masyarakat terutama yang tidak memiliki kolam deras mas, daripada beli ikan, kita bisa cukup dengan menjala sudah dapat banyak. Saya dari pukul 06.00 WIB sampai 09.00 WIB sudah mendapat 10 Kg,” kata Joko.


Kapolres Mura, AKBP Imam Sachroni melalui Kasat Reskrim, AKP Maruly Pardede membenarkan adanya kejadian tersebut. Namun pihaknya belum tahu kandungan zat hingga ikan itu mati. “Malam ini (tadi, malam) tim labfor sampai di Linggau, mungkin besuk (Hari ini) mengecek ke lokasi kolam untuk mengambil sampelnya,” jelasnya.(03/05)


    ShoutMix chat widget