Melihat Keberhasilan Polsek Lubuklinggau Utara

Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-64 tahun 2010 diselenggarakan di Polres Lubuklinggau, Kamis (1/7), menjadi kado istimewa bagi keluarga besar Polsek Lubuklinggau Utara. Kapolres Lubuklinggau AKBP Mukhlis memberikan penghargaan sebagai Polsek terbaik, karena berhasil mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan (Curas) di Bengkulu. Apa kiat-kiatnya?

Ronald Chandra, Lubuklinggau

KAMI hanya menjalankan kewajiban yang diamanatkan, penghargaan ini menjadi motivasi untuk lebih baik lagi, anggota kita menilai bahwa kerja keras mereka dihargai,” kata AKP Ikromi, Kapolsek Lubuklinggau, kepada koran ini, Jumat(2/7).
Penghargaan itu diberikan atas keberhasilan anggota Polsek
Rutin ...........................................................................................................................................................................dari hal 1
itu mengungkap kasus pencurian karet 4 Ton senilai Rp 190 Juta.
Mapolsek ini terletak di Jalan Lintas Sumatera (Jalisum) Kelurahan Petanang, Kecamatan Lubuklinggau Utara I, kurang lebih berjarak 30 KM dari pusat Kota Lubuklinggau itu, sangat mudah dijumpai. Karena jalan menuju ke Mapolsek sangat baik dan lancar. Setiba di Mapolsek ini kita akan disambut oleh petugas yang ramah yang segera menanyakan keperluan kita dan apa yang bisa dibantu. Mapolsek ini tidak besar dan terlihat amat sederhana, sama seperti Mapolsek kebanyakan tetapi keramahan petugas di Mapolsek ini yang membuat kita serasa di rumah sendiri. Wartawan yang berkunjung ke sana pada saat itu langsung ditemui oleh Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) Aiptu H Kadarusman.
Akan tetapi kesederhanaan Mapolsek itu tidak mengahalanginya untuk menoreh prestasi sebagai contohnya baru-baru ini dalam rangka HUT Bhayangkara ke-64 Mapolsek ini mendapat penghargaan sebagai Mapolsek terbaik karena me-ngungkapkan kasus besar.
Di Mapolsek Lubuklinggau Utara ada 11 personil, terdiri dari 3 orang Buru Sergap (Buser), 5 orang pemeriksa dan 3 orang Tata Usaha Reserse, seperti papar Kapolsek melalui Kepala Unit Reserse Kr
iminal (Reskrim) Aiptu H Kadarusman kepada wartawan koran ini, Jumat (2/7).
Ketika ditanya kiat-kiatnya, Kadarusman hanya tersenyum dan dengan merendah ia menjawab sama seperti Mapolsek lain tidak ada kiat khusus, hanya menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya.
“Kami menjalankan patroli dengan sistem menggunakan 2 mobil, 1 mobil pribadi dan 1 mobil patroli dengan cara mobil pribadi berada didepan berjarak 500 Meter dari mobil patroli,” kata Kadarusman.
Patroli yang dilakukan ke daerah-daerah yang dinilai rawan berdasarkan kondisi pada saat itu baru dilanjutkan ke daerah lain, patroli dilakukan setiap saat jika dinilai kondisi kurang kondusif.
Kasus tindak pidana yang sering terjadi di Polsek Lubuklinggau Utara adalah kasus penganiayaan dalam sebulan pihaknya bisa menerima 12 laporan hingga 14 laporan. Dari sekian banyak laporan rata-rata berhasil diungkap dan kasusnya diselesaikan.
“Kami juga berhasil mengagalkan upaya perampokan bank BCA, karena koordinasi dan informasi dengan polisi daerah lainnya, maka perampokan tersebut tidak sampai terjadi di Kota Lubuklinggau,” paparnya.
Kadarusman lebih jauh menuturkan, idealnya seorang anggota polisi itu mengawasi 1 kelurahan. “Karena keterbatasan anggaran dan anggota, maka kami mencoba memaksimalkan dan memberdayakan semua personil yang ada. Keberhasilan ini adalah kesuksesan kita semua, karena tidak hanya Polsek Lubuklinggau Utara yang bangga tapi masyarakat Lubuklinggau Utara pada umumnya” ungkapnya.
Apa yang kita lakukan adalah bentuk tanggung jawab dan kewajiban kami sebagai anggota kepolisian kami tidak mengharapkan penghargaan atau imbalan apapun, tapi dengan penghargaan ini menjadi motivasi untuk anggota agar lebih baik lagi memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Kasus terbesar pencurian karet lintas batas, berhasil terungkap diawali pada saat Polsek Lubuklinggau Utara I melakukan patroli rutin. Saat patroli pukul 20.00 WIB petugas mencurigai kendaraan truk dan minibus jenis Carry yang sedang berhenti di pinggir jalan. Setelah didekati pengendara berusaha kabur pihaknya mencoba mengejar dan berhasil menangkapnya. Setelah ditelusuri ternyata truk tersebut bermuatan 4 ton karet senilai Rp 190 Juta.
Berdasarkan penggeledahan berhasil diamankan butiran Narkoba, dua pucuk Senjata Api (Senpi) rakitan. Tersangka yang berhasil ditangkap dua orang, termasuk otak kejahatan. Sedangkan empat orang tersangka lain berhasil melarikan diri, dan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO), petugas telah diketahui identitas empat tersangka itu.(*)


    ShoutMix chat widget