Rachma Dituntut 4,5 Tahun Penjara

Sabtu, 31 Juli 2010

*Mengaku Enak di Dalam Penjara

LUBUKLINGGAU-Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuklinggau menuntut Rachma Istiati, mantan Plt Bendahara KPU Kabupaten Musi Rawas (Mura) dihukum 4,5 tahun penjara (4 tahun 6 bulan). Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fredy F Simanjuntak, Aka Kurniawan dan Ricky Ramadhan menganggap Rachma terbukti secara sah dan bersalah melakukan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dana Pilgub Sumatera Selatan 2008, senilai Rp 1,3 miliar.

Selain hukuman badan, terdakwa juga dituntut membayar denda Rp. 100 juta subsidair enam bulan kurungan dan uang pengganti Rp 1,2 milyar subsidar tiga tahun penjara. Hal ini terungkap dalam sidang lanjutan Tipikor Pilgub di Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau, Jumat (30/7) sekitar pukul 09.30 WIB dengan majelis hakim diketuai Agusin, hakim anggota Wahyu Widia Nurfitri dan Ahmad Samuar serta Panitera Pengganti (PP) Ramli.

Dalam tuntutan Primer, JPU menilai terdakwa tidak terbukti secara sah melanggar
Dakwaan Primair pasal 2 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 Menurut JPU, Rachma tidak terbukti secara sah memperkaya diri sendiri, untuk itu dia dibebaskan dari tuntutan Primer.

Sementara dalam tuntutan Subsidair, JPU menganggap terdakwa melanggar Pasal 3 UU Nomor 21 Tahun 2001, Jo Pasal 18 UU Nomor 21 Tahun 2001, Jo Pasal 55 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP), Jo Pasal 65 KUHP. Terdakwa dinilai memenuhi unsur dalam pasal ini, karena dianggap menguntungkan diri sendiri.

“Terdakwa kami tuntut dengan pidana 4,5 tahun penjara, denda Rp 100 juta subsidair enam bulan kurungan. Lalu membayar uang pengganti Rp 1,2 milyar yang akan disita dari harta pribadi terdakwa dan jika tidak mencukupi akan diganti dengan pidana tiga tahun penjara,” kata JPU Fredy F Simanjuntak.

Sementara Penasehat Hukum (PH) terdakwa, Tafik Cs dalam menilai, tuntutan JPU mengada-ngada. “Jika tuntutan Primer sudah tidak terbukti, maka jangan dicari-cari kesalahan klien saya,” ujar Taufik.

Lebih lanjut Taufik mengatakan, dirinya bersikeras menganggap Rachma Istiati tidak bersalah. “Untuk itu dalam Pledoi (tanggapan atas tuntutan) Minggu depan (Jumat, 6/8), kami akan memberikan tanggapan bahwa tuntutan JPU tidak berdasar dan memohon kepada majelis hakim untuk memutus bebas,” tegasnya.

Terpisah Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Fredy Simanjuntak selaku ketua tim JPU mengatakan, tuntutan Rachama Istiati yang telah dibacakan sesyai dengan fakta yang terungkap dalam persidangan. “Kita merasa tuntutan itu sudah benar dan berlandaskan keadilan,” kata Fredy.

Mengenai ketidakpuasan PH terdakwa terhadap tuntutan JPU, Fredy menilai hal yang wajar. Namun ketidak puasan tersebut secara aturan harus disampaikan melalui Pledoi. “Dalam pasal 3 UU No 20 Tahun 2001, hukuman minimalnya satu tahun. Tuntutan yang kami buat sudah dengan pertimbangan yang matang,” jelas Fredy.

Mengenai hal yang memberatkan terdakwa menurut Fredy, perbuatan Rachma Istiati menghambat program pemerintah dalam pemberantasan korupsi dan tidak mengakui perbuatannya. Sementara hal yang meringankan, terdakwa berlaku sopan selama persidangan dan belum pernah dihukum serta memiliki tanggungan.

Pantauan wartawan koran ini, Rachma Istiati datang sekitar pukul 09.00 WIB mengenakan kemeja batik warna coklat corak merah, dan rok warna hitam dikawal pegawai kejaksaan. Usai mendengar tuntutan JPU, Rachma hanya terlihat tertunduk lesu.

Ketika dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Lubuklinggau, Rachma mengeluarkan kata-kata kesal yang ditujukan kepada JPU. “Kenapa tidak dituntut seumur hidup sekalian, di dalam penjara enak kok,” celoteh Rachma.

Usai mendengar tuntutan JPU, Ketua majelis hakim Agusin memberikan waktu satu Minggu Jumat (6/8)kepada terdakwa dan PH menyusun Pledoi. Sempat terjadi adu argumen antara majelis hakim dengan PH terdakwa. PH terdakwa memohon waktu dua minggu untuk menyusun Pledoi, namun permohonannya ditolak majelis hakim mengingat masa tahanan terdakwa yang hampir habis, Rabu (18/8) mendatang. (mg02)


    ShoutMix chat widget