OSM Targetkan Delapan TO

Senin, 12 Juli 2010

*Rupit Rangking I Tindak Kejahatan
*Karangdapo Terendah
MUSI RAWAS-Mulai Kamis (8/7) hingga 8 Agustus 2010 mendatang, Polres Musi Rawas (Mura) menggelar operasi gangguan keamanan dengan sandi Operasi Sikat Musi(OSM). Korps baju coklat itu menargetkan delapan target operasi (TO) kasus yang harus berhasil diungkap. Demikian diungkapkan Kapolres Mura AKBP Imam Sachroni melalui Kabag Ops, AKP Himawan kepada wartawan koran ini, Jumat (9/7).
Dikatakannya, Polres Mura sudah menetapkan delapan TO yang akan dilakukan penangkapan, dalam kasus pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (Curat).
“Operasi ini dilaksanakan sesuai perintah Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) kepada setiap jajarannya. Tujuannya, untuk mengantisipasi terjadinya tindak pidana Curas dan Curat termasuk oknum yang mendukung kegiatan kriminal tersebut, seperti pembuat Senjata Api (Senpi) rakitan, pembuat Senjata Tajam (Sajam) dan pihak-pihak yang dinilai berpotensi membuat kerusuhan dan menimbulkan gangguan keamanan. Semuanya akan ditindak dan dilakukan pembinaan,” jelas Himawan.
Bentuk operasi ini, sambung Himawan, operasi kemandirian terpusat. Maksudnya, operasi dijalankan oleh jajaran Polres Mura, dan polsek-polsek mengimbangi operasi ini serta memberi dukungan dan laporan kejadian.
“Dalam hal melaksanakan operasi ini akan diturunkan semua fungsi yang ada di Mapolres Mura, terutama fungsi satuan Reskrim akan ditingkatkan dengan dibantu satuan Intel dan Samapta,” terangnya.
Dalam waktu dekat kata dia, Polres Mura juga akan lebih intensif mengejar Target Operasi (TO) yang dinilai sudah sangat meresahkan masyarakat. “Kami juga akan menggiatkan peran dari Satuan Tugas (Satgas) bantuan untuk melakukan penyuluhan dan himbauan ke masyarakat,” ucap mantan Kasat Samapta Polres Lubuklinggau ini.
Ditambahkan Himawan, kasus Curat dan Curas pada semester I 2010, relatif menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Di tahun 2009 ada 108 kasus, dan yang berhasil diungkap dan dilakukan Tindakan Hukum (Dakum) mencapai 80 kasus atau 64,8 persen.
Sedangkan di tahun 2010 ada 105 kasus, dan yang behasil diungkap dan dilakukan Dakum ada 83 kasus atau sekitar 51,4 persen. “Kedepan kita harapkan kasus ini jauh berkurang,” harapnya.
Adapun kecamatan dengan tingkat kasus kriminal paling tinggi adalah Kecamatan Muara Rupit, yaitu mencapai 39 kasus. Sedangkan yang paling minim kasus atau aman adalah kecamatan Karang Dempo, hanya tiga kasus.
Faktor yang mempengaruhi terjadinya tindak kriminal menurut Himawan, pertama adalah faktor ekonomi. Faktor ekonomi sangat berpengaruh terjadinya tindakan kriminal, karena kebutuhan hidup yang tinggi dan terus mendesak. “Mapolres Mura tetap rutin melakukan patroli, supaya tercipta suasana aman, damai dan tentram di kalangan masyarakat,” pungkasnya. (mg02)


    ShoutMix chat widget