Murid SD Hilang Terbawa Arus

Sabtu, 24 Juli 2010

LUBUKLINGGAU- Keganasan Sungai Kelingi yang melintas di Kota Lubuklinggau, Jumat (23/7) kembali memakan korban. Seorang murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) 27 Kota Lubuklinggau, Dio (7) warga Kelurahan Ulak Surung, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, hilang terbawa arus sungai. Peristiwa dialami korban terjadi sekitar pukul 16.30 WIB di aliran Sungai Kelingi di Kelurahan Pasar Satelit Kecamatan Lubuklinggau Utara II. Hingga tadi malam sekitar pukul 23.45 WIB, tim Tagana dan Pelopor Brimob Petanang bersama masyarakat yang melakukan pencarian belum berhasil menemukan jasad korban.

Informasi diterima koran ini menyebutkan, kronologis kejadian bermula saat Dia bersama dua temannya, Egi (7) pelajar SDN 49 dan Repi (7) pelajar SDN Mesat, sepulang sekolah berniat mandi di Sungai Kelingi. Korban diketahui belum pandai berenang memaksakan diri terjun ke sungai bersama Egi dan Repi.
Diduga arus sungai yang cukup deras, membuat korban bersama Egi hanyut. Namun tidak lama setelah kejadian, Egi berhasil diselamatkan Repi, sedangkan Dio hilang terbawa arus.

Menurut saksi mata, Agam (7) Pelajar MTS Negeri 1 menceritakan, saat dirinya berdiri di atas jembatan Megang, melihat Dio, Egi dan Repi mandi di Sungai Kelingi. Selanjutnya Agam turun ke bawah menghampirinya, namun terkejut melihat Egi dan Dio hanyut terbawa arus. Mengetahui hal ini, ia bersama Repi berusaha memberikan pertolongan, berhasil menyelamatkan Egi.

Setelah menyelamatkan Egi ke pinggir sungai, keduanya kembali berupaya memberikan pertolongan kepada Dio. Namun usaha ini tidak berhasil karena jasad korban keburu terbawa arus sungai yang cukup deras. Karena tidak berhasil menemukan korban, Agam menyuruh Repi memanggil orang tua Dio dan warga untuk membantu melakukan pencarian.

Warga sekitar mengetahui kejadian, berkumpul berupaya melakukan pencarian korban. Dengan menggunakan peralatan seadanya, warga menyisir aliran Sungai Kelingi, namun tidak berhasil menemukan Dio.
Selanjutnya warga meminta bantuan tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Lubuklinggau, yang menurunkan sekitar 30 personil.

Upaya pencarian tim Tagana dimulai sejak pukul 19.30 WIB, belum berhasil menemukan Dio. Setelah tiga jam melakukan pencarian tidak berhasil, tim Tagana meminta bantuan tim Pelopor Sat Brimob Petanang, menerjukan 15 personil. Dengan dilengkapi satu unit perahu karet, tim Pelopor melakukan pencarian. Hingga pukul 23.45 WIB tadi malam, pencarian belum membuahkan hasil. (mg02)


    ShoutMix chat widget