Menyelesaikan Karya Ilmiah Selama Empat Bulan


Lasmini (40) guru SD Negeri 53 Lubuklinggau menyandang predikat II guru berprestasi Provinsi Sumsel tahun 2010, merasa puas. Padahal pada kompetisi itu dirinya menargetkan menjadi juara pertama. 


Leo Mura, Lubuklinggau


WANITA kelahiran Pagar Alam 8 April 1970 ini mengaku senang dan bahagia. Kebahagiaan itu disampaikan saat dijumpai wartawan koran ini di kediamannya RT 03 Kelurahan Ponorogo, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Rabu (14/7).

Ia mengaku dalam kompetensi itu didukung dengan unsur penunjang pengetahuan dan portofolio. Sedangkan unsur penunjang seperti portofolio masih kurang. Oleh karena portofolio itu masih banyak yang harus dinilai seperti masa kerja, kegiatan diklat, seminar dan sebagainya.

“Namun kita tetap bersyukur dengan keberhasilan ini, mungkin ini merupakan kemampuan yang dimiliki. Apalagi keberhasilan ini jauh lebih baik dari tahun sebelumnya,” paparnya.  

Dalam pemaparan karya ilmiah, lanjut istri Fauzan, harus siap mental. Apalagi tidak menguasai materi dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Ditambah saat memaparkan karya ilmiah itu menggunakan microsof office Powerpoin. “Jadi TIK modal utama dalam memaparkan karya ilmiah tersebut. Karya ilmiah itu saya buat sendiri selama empat bulan,” jelas ibu tiga anak ini.

Untuk itu, persiapan sebelum mengikuti kompetisi pemilihan guru dan kepala sekolah (Kasek), pengawas berprestasi agak dipadatkan. Terutama setelah menyandang predikat pertama untuk guru berprestasi ditingkat SD se-Kota Lubuklinggau. “Saya ditunjuk untuk mewakili pemilihan di tingkat Provinsi. Kendati demikian saya betul-betul menyiapkan diri agar tetap belajar dan belajar, terutama mengenai TIK,” tandas alumni Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB). 

Dari kompetisi itu, wanita Jawa kelahiran Sumatera itu mengaku banyak ilmu dan informasi baru yang didapat selama mengikuti pemilihan guru berprestasi. Sebab saat mengikuti pelatihan itu teman yang ada saat itu kebanyakan telah menyelesaikan S2. “Dari sana saya dapat bertukar pikiran dengan teman baru dan suasana baru,” paparnya.
Untuk itu, lanjut dia, ia berupaya tetap dapat mengamalkan ilmu telah dimiliki selama yang didapat saat mengikuti kompetisi itu. “Saya ucapkan terima kasih kepada keluarga, rekan sejawat, kepala sekolah, dan dinas pendidikan Kota Lubuklinggau yang selama ini memberi motivasi kepada saya,” jelas Lasmini yang diangkat PNS per-1 Agustus 1993.
Selain Lasmini ternyata ada juga murid SDN 53 yang menuai prestasi di level nasional. Dia mengikuti lomba catur ditingkat Nasional atas nama Rianti Novita Sari. (*)


    ShoutMix chat widget