LUBUKLINGGAU- Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kota Lunuklinggau memastikan, menjelang ramadhan, stok daging tidak mengalami masalah. Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan menjelang Ramadhan, Diskanak menyiapkan lebih dari 20 ekor sapi setiap hari yang didatangkan dari Provinsi Lampung.
“Beberapa hari terakhir, kami telah memotong 10 sampai 15 ekor sapi, dan semuanya habis,” kata Kepala Diskanak Kota Lubuklinggau melalui Sekretaris Dinas, Trisman NZ kepada wartawan koran ini usai Rapat Koordinasi Triwulan Kedua Pemerintah Kota Lubuklinggau, Sabtu (17/7).

Ditambahkan Trisman, guna mengantisipasi stabilitas harga, stok, dan kualitas daging di pasaran, Dikanak Kota Lubuklinggau berencana akan turun langsung kepalangan melakukan pemantauan. Selain itu Dinas Peternakan juga akan menyeimbangkan dengan permintaan masyarakat, agar kebutuhan mereka dapat terpenuhi. “Kami akan berusaha untuk memenuhi permintaan masyarakat, baik itu sekarang maupun persiapan menjelang lebaran,” pungkasnya.


Sementara sebelumnya, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Lubuklinggau juga menjamin stok bahan pokok (Sembako) selama Ramadhan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri 1431 H dipastikan aman. Kepastian ini disampaikan Bagian Pengawas Penjualan Barang Dan Jasa (PPBJ), Uci eko Subandrio.

Menurut Uci sapaan akrab Uci Eko Subandrio, lonjakan harga sembako, sayur, dan bumbu diakibatkan kurangnya stok dari pemasok. “Kalau harga sembako naik biasanya dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan masyarakat, sedangkan harga sayur dan bumbu naik, disebabkan oleh pasokan yang kurang, atau gagal panen. Cabe misalnya, banyak petani yang gagal panen akibat kesalahan pemilihan waktu penanaman. Selain itu, banyaknya pembeli yang berasal dari kota lain seperti Curup, Singkut, dan Musi Rawas juga mengambil barang dari Kota Lubuklinggau menyebabkan stok kota kian menurun,” terang Uci.

Namun, dijelaskannya untuk sementara ini Disperindag belum melakukan operasi pasar, karena pihaknya belum menerima surat edaran dari Menteri Perdagangan. “Kami belum akan melakukan operasi pasar, sebab pelaksanaan operasi pasar biasanya berdasarkan perintah dari pusat. Tapi dalam minggu ini akan ada beberapa anggota kami yang terjun ke lapangan dan memantau keadaan di pasar, tujuannya menjaga kestabilan harga sembako,” jelas Uci.

Disinggung mengenai rencana akan adanya pasar murah pada bulan Ramadhan, Uci menjelaskan Disperindag tetap akan menggelar pasar murah, mengingat itu merupakan program kerja 2010. Meskipun hingga saat ini belum ada kepastian waktu, tepatnya kapan pasar murah tersebut akan digelar. (Mg03)


    ShoutMix chat widget