Aringin-Rantau Kadam Mulai Kondusi

Selasa, 27 Juli 2010

KARANG DAPO- Setelah sempat diinformasikan Desa Aringin-Rantau Kadam mencekam, kini kondisi keamanan di dua desa itu, Senin (26/7) mulai kondusif. Beberapa masyarakat Desa Aringin yang tadinya diimbau tidak melintas di Desa Rantau Kadam mendapat jaminan keselamatan.

“Secara keseluruhan kondisi Kecamatan Karang Dapo saat ini kondusif. Pihak keluarga korban menerima musibah yang dialami, dan berjanji tidak akan memperpanjang masalah,” ungkap Camat Karang Dapo, Azhar Ibrahim kepada wartawan koran ini, Senin (26/7) melalui Hp-nya.

Dikatakan Azhar Ibrahim, dalam rapat lintas sektoral di kantor Camat Karang Dapo, kemarin, juga disepakati adanya jaminan kemanan terhadap pelajar SMPN dan SMAN di Desa Aringin dan Rantau Kadam. Sebab sebelumnya pelajar di dua desa ini sempat meliburkan diri karena takut untuk berangkat ke sekolah. “Keamanan anak sekolah dijamin pihak kepolisian dan kedua Kades. Jadi kami imbau seluruh pelajar SMPN dan SMAN bisa kembali masuk sekolah. Nanti akan ditempatkan pihak kemanan di sekolah, tapi ini bukan berarti suasana tidak kondusif hanya untuk menjaga-jaga untuk beberapa hari kedepan,”jelas Azhar.

Rapat kemarin berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB dipimpin Camat Karang Dapo, Azhar Ibrahim dihadiri Kapolsek Karang Dapo, Iptu Edi Putra Jaya, Kesbangpol Linmas Mura, kepala UPT Pendidikan Rawas Ilir. Hadir pula kepala sekolah dan beberapa guru, Kades Rantau Kadam dan Aringin, BPD, pemangku adat Kecamatan Rawas Ilir dan kedua desa.

Ditambahkan Azhar Ibrahim, dari hasil kesepakatan kemarin juga disepakati, warga Desa Aringin mendapat jaminan kemanan saat melintas di Desa Rantau Kadam oleh kades berkoordinasi dengan pihak keamanan Polsek Karang Dapo. “Untuk kedepan juga disepakati kedua belah pihak yang bermasalah akan ada acara adat dikoordinir ketua pemangku adat Kecamatan Karang Dapo, berkoordinasi dengan pemangku adat dua desa. Acara ini menunggu kesiapan pihak keluarga dari Desa Rantau Kadam namun proses hukum tetap berjalan dan diserahkan kepada aparat kepolisian,” pungkas Azhar Ibrahim.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pasca tewasnya Eko M (16), siswa SMA Negeri Karangdapo, Kabupaten Musi Rawas (Mura), Jumat (23/7) membuat situasi Desa Desa Rantau Kadam tempat korban tinggal mencekam. Beredar informasi, sejak Sabtu (24/7), warga Desa Aringin tempat tinggal M Suparno (18), tersangka penganiayaan korban tidak berani melintasi jalan Desa Rantau Kadam. Hal ini diperkuat adanya imbauan dari Camat Karangdapo, Azhar Ibrahim yang meminta Kades Aringin untuk menahan diri tidak melewati Desa Rantau Kadam. (03)


    ShoutMix chat widget