Hasyim Juara Pertama Pengawas Tingkat SMA

Kemenangan ditorehkan Hasyim (51) sebagai juara pertama pengawas tingkat SMA berprestasi tahun 2010 di Kota Lubuklinggau, menjadi beban moral baginya. Alasannya kemenangan itu harus dipertanggungjawabkan hingga level provinsi. Berikut laporannya.

Leo Mura, Lubuklinggau
TEMA "Pengaruh Supervisi Akademik Terhadap Peningkatan Kinerja" mampu menghantarkan pria bertubuh besar ini meraih prestasi pada pemilihan pengawas tingkat SMA Lubuklinggau 2010. Namun, penghargaan yang disematkan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Lubuklinggau, Kamis (27/5) lalu sebagai juara pertama pengawas tingkat SMA, dinilai suatu beban moral bagi Hasyim yang pernah menjabat sebagai Kepala SMK Negeri 1 Lubuklinggau 2006.
"Karena itu bukan hal gampang untuk mempertahankannya, terutama dalam memposisikanya. Mengenai tema diambil tersebut, hal itu merupakan tugas pokok pengawas dalam melakukan supervisi. Sebab jika guru tidak suvervisi, mereka tidak mengetahui kendala pada Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Sekolah, seperti penyampaian materi, metode dan sebagainya," kata Hasyim di ruang kerjanya, Kelurahan Air Kuti, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, Kamis (3/6).
Kemudian alumni SMA Lubuklinggau sambil tersenyum ketika mendengar pertanyaan mengenai persiapannya sebelum mengikuti pemilihan pengawas berprestasi, mengaku tidak ada persiapan khusus. "Sebab mengawas itu merupakan tugas rutin, jadi tidak ada persiapan khusus pada pemilihan itu. Hanya saja kita bekerja selama ini sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi)," jelasnya.
Selanjutnya, dalam pemilihan guru, Kasek dan pengawas berprestasi itu ada 6 kriteria yang harus dinilai, yakni kepribadian, suvervisi akademik, manajerial, evaluasi pendidikan, pengembangan dan penelitian, serta sosial. "Untuk tingkat kesulitan yakni, pengembangan dan penelitian. "Sebab untuk pengembangan dan penelitian itu harus membuat makalah, karna belum terbiasa maka hal itu menjadi tingkat kesulitan," kata suami Kusmala Dewi.
Disinggung persiapan menghadapi pemilihan guru dan kasek berprestasi tingkat provinsi, Hasyim berharap untuk meraih juara I di tingkat Provinsi. Untuk itu ia akan terus tetap belajar mulai dari administrasi portopolio hingga ilmu Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).
"Saya harus banyak belajar untuk mengikuti pemilihan guru, Kasek, dan Pengawas berprestasi ditingkat Provinsi Juli mendatang. Dengan demikian saya belajar dengan Guru privat saya, yakni Eka dan Ika serta teman-teman sejawat, dalam mempelajari ilmu dibidang TIK, sebab ini yang paling utama untuk di pelajari dalam persiapan tingkat Provinsi," jelas alumni Universitas Sriwijaya (UNSRI) Fakultas MIPA Jurusan Matematika.
Untuk itu, kemenangan ini merupakan di peruntukkan keluarga dan teman-teman sejawat. "Terutama buat anak saya, sebab hal ini merupakan salah satu motivasi anak saya untuk dapat belajar lebih giat lagi, sehingga dapat mencapai prestasi bagi mereka," pungkas Hasyim. (*)


    ShoutMix chat widget