MUSI RAWAS–Hari ini (Selasa, 8/6) KPU Kabupaten Musi Rawas (Mura) akan menetapkan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati (Cabup-Cawabup) Mura terpilih. Sebelum menetapkan calon terpilih, KPU Mura terlebih dahulu akan melakukan rapat pleno rekapitulasi perolehan suara di Gedung Serbaguna KPU Kabupaten Mura di Kecamatan Muara Beliti.
“Setelah pleno penghitungan suara dilakukan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), akan dilanjutkan dengan penetapan calon terpilih di hari yang sama,” kata Ketua KPU Mura, Efriansyah melalui Divisi Sosialisasi Ngimaduddin kepada wartawan koran ini, Senin (7/6) .
Mengenai persiapan pelaksanaan rapat pleno diakui Ngimaduddin seluruhnya telah selesai dilakukan. KPU akan membatasi tamu undangan yang masuk kedalam Gedung Serbaguna, sesuai dengan Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mura nomor 10 Tahun 2010 Tentang Rekapitulasi Penghitunga Suara.
“Semua undangan seluruhnya sudah kami sebarkan. Untuk pasangan Cabup-Cawabup kami tidak memberikan undangan khusus, yang kami undang hanya tim pasangan calon untuk jadi saksi. Namun kalau calon kandidat ingin menghadiri rapat pleno besok (hari ini, red) silahkan saja asalkan membawa undangan,” jelasnya.
Untuk saksi dari pasangan calon dikatakan Ngimaduddin harus dilengkapi surat mandat. “Jika saksi tak hadir, pleno tetap dibuka namun kita tunda dulu setengah jam. Jika setelah penundaan tersebut saksi tak juga hadir, maka pleno tetap kita lanjutkan, meski tanpa kehadiran saksi” tegasnya.
Ditambahkan Ngimaduddin, untuk proses pelaksanaan pleno KPU Mura mendapatkan bantuan dari pihak kepolisian guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Ini dilakukan mengingat, pasca pencoblosan 5 Juni kemarin, suhu politik semakin memanas.
”Untuk masalah pengamanan semuanya kami serahkan kepada pihak Polres Musi Rawas bagimana tehnisnya. Namun menurut pak Kapolres kemarin, untuk pengamanan sudah tidak ada masalah,” ucapnya.
Terpisah, Kapolres Mura AKBP Imam Sachroni ketika dikonfirmasi mengaku akan melakukan pola pengamanan penuh terhadap jalannya pleno penghitungan suara dan penetapan Cabup-Cawabup terpilih. Namun jumlah personil yang disiapkan hanya disiagakan di Mapolres.
“Jika memang kondisi diperkirakan terjadi tindakan anarkis, tentu polisi dikerahkan semaksimal mungkin. Personil yang akan dikerahkan tergantung kondisi keamanan,” ucap Kapolres.
Sementara hingga kemarin belum ada perubahan terhadap hasil perhitungan sementara Pemilihan Umum (Pemilu) kepala daerah dan wakil kepala daerah Kabupaten Musi Rawas (Mura). Sebelumnya berdasarkan hasil rapat pleno di tingkat PPK, Calon Bupati dan Wakil Bupati Mura, H Ridwan Mukti dan H Hendra Gunawan memperoleh suara terbanyak. Pasangan nomor urut 2 ini berhasil mengantongi 163.052 atau 59,484 persen, dari 274.110 suara yang masuk 1206 TPS.
Kemudian disusul oleh pasangan calon bupati nomor urut 1, MISI-AGUNG dengan 61.567 suara atau 22,461 persen. Lalu pasangan Cabup-Cawabup nomor urut 3 Senen Singadilaga-Sudirman Masuli mendapatkan 43.404 suara atau 15,835 persen. Sementara pasangan nomor urut 4 Wazanazi-Untung Suprianto hanya didukung 6.087 suara atau 2,221 persen.
Berdasarkan hasil rapat pleno 21 PPK, pasangan Ridwan Mukti-Hendra Gunawan berhasil mendapat dukungan suara tertinggi dari 17 kecamatan, yakni di Kecamatan Tugumulyo 16.471 suara, Megang Sakti 21.961 suara, Purwodadi 5.511 suara. Lalu Kecamatan Muara Kelingi 14.409 suara, Muara Lakitan 12.152 suara, Sumber Harta 7.129 suara, Selangit 6.177 suara, BTS Ulu 8.777. Kemudian Kecamatan Jayaloka 6.131 suara, Tuah Negeri 9.783 suara, Rawas Ilir 5.079 suara, Ulu Rawas 3.002 suara, Nibung 4.188 suara, Sukakarya 4.694 suara, dan Tiang Kepumpung Kepungut 3.904 suara, serta STL Ulu Terawas 12.246 suara.
Kemudian pasangan MISI-AGUNG berhasil mendulang suara dari wilayah Musi Rawas Utara (Muaratara), yaitu Kecamatan Karang Jaya mendapat 13.079 suara, Rupit 9.702 suara, Karangdapo 3.814 suara dan Rawas Ulu memperoleh 7.421 suara. Artinya, pasangan MISI-AGUNG hanya unggul di empat kecamatan.(03)


    ShoutMix chat widget