Foto : Budi Santoso/Linggau Pos
DEBAT KANDIDAT : Para calon Bupati dan calon Wakil Bupati berpose bersama Ketua KPU Mura, Efriansyah usai mengikuti debat kandidat di Gedung Dekranasda Desa F Trikoyo, Kecamatan Tugumulyo, Selasa (1/6).








Terkesan Saling Menyalahkan
MUSI RAWAS– Selasa (1/6) KPU Kabupaten Musi Rawas (Mura) menyelengarakan debat kandidat pasangan Calon Bupati (Cabup) dan Calon Wakil Bupati (Cawabup) Kabupaten Mura. Kegiatan itu dilaksanakan di Gedung Deskranada Kecamatan Tugumulyo. Dari empat pasang peserta Pemilihan Umum (Pemilu) kepala daerah dan wakil kepala daerah, hanya Cawabup nomor urut 4, yaitu Untung Suprianto tidak hadir di forum itu.
Pantauan koran ini, pelaksanaan debat kandidat tersebut dimulai pukul 10.00 WIB, dipandu moderator Muhammad Rais, dengan menghadirkan tiga fanelis, yakni Ardiyan Septawan selaku pengamat bidang politik, Didik Susetyo, pengamat bidang ekonomi dan Mulyadi Eko Purnomo pengamat dibidang pendidikan. Pihak penyelenggara membagi acara tersebut menjadi empat sesi. Pertama setiap kandidat diminta menyampaikan visi misi selama 5 menit, lalu menjawab pertanyaan dari ketiga fanelis. Sesi selanjutnya dilakukan uji kendidat yang dilakukan oleh masing-masing pasangan calon, serta penyampaian janji jika terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Mura.
Debat kandidat itu diawali penyampaian visi misi pasangan Cabup-Cawabup nomor unut 2, H Ridwan Mukti-Hendra Gunawan (RM-HG), lalu pasangan nomor urut 4 Wazanazi-Untung Suprianto. Selanjutnya pasangan nomor urut 3 Senen Singadilaga- Sudirman Masuli (SS) dan terakhir pasangan nomor urut 1 HM Isa Sigit-Agung Yubi Utama (MISI-AGUNG).
Suasana debat sempat memanas, ketika giliran Cabup Mura Wazanazi memaparkan visi misi mengangkat pembentukan Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) sejak tahun 1969 hingga saat ini belum terselesaikan. Ia menduga pemerintan daerah sengaja menghalang-halangi proses pembentukan Muratara. Saat uji kendidat, pasangan RM-HG meminta Cawabup Wazanazi menjelaskan contoh kongkrit permasalahan yang terjadi dalam proses pembentukan Muratara. Jawaban yang diberikan Wazanzi ternyata tidak sesuai dengan keinginan Cabup Ridwan Mukti yang meminta objek permasalahan yang terjadi dalam proses pembentukan Kabupaten Muratara. Hal ini membuat para pendukung yang didominasi dari pasangan RM-HG bertepuk tangan dan berteriak. Namun perdebatan sengit tersebut tidak berlangsung lama, karena dibatasi waktu yang ditentukan pihak panitia.
Suasana memanas juga sempat terjadi ketika kandidat MISI-AGUNG berkesempatan menyampaikan visi misi. Pedebatan terjadi ketika Cawabup Agung Yubi Utama memaparkan panjang jalan di Kabupaten Mura yang menjadi perioritas perbaikan pasangan ini jika terpilih. Lalu pasangan RM-HG mendapat giliran untuk uji kandidat diwakili oleh Cawabup H Hendra Gunawan mengklarifikasi data yang disebutkan Cawabup Agung Yubi Utama, karena tidak sesuai dengan data panjang jalan yang ada di Bappeda Kabupaten Mura saat ini. Saat menjawab pertanyaan pasangan RM-HG, Cabup Isa Sigit sempat emosi dan pada intinya menjawab kalau seorang bupati tidak bisa menambah panjang jalan percuma saja. Sebelumnya Isa juga sempat meremehkan program Mura khatam Al-Quran yang dibesar-besarkan oleh calon bupati incumbent. "Kalau khatam Al-Quran itu sudah kewajiban setiap orang dan tidak perlu dibesar-besarkan. Untuk apa khatam Al-Quran, kalau yang bersangkutan tidak mengerti artinya,"ucapnya.
Walaupun sauasana debat sempat memanas dan tegang, diakhir kegiatan empat pasangan Cabu-Cawabup ini tidak menimpan rasa dendam. Hal ini terlihat ketika usai menyampaikan janji jika terpilih menjadi Cabup-Cawabup Mura, pasangan nomor urut 2 RM-HG langsung menghampiri pasangan MISI-AGUNG dan berjabat tangan dengan penuh keakraban.
Sementara penelis bidang politik Ardiyan Septawan mengatakan, debat kandidat yang diselenggarakan KPU Mura kemarin dinilai kurang dimanfaatkan oleh empat kandidat. Menurutnya, seluruh calon hanya menyampaikan program-program tanpa ada yang berani memberikan jaminan kepada masyarakat. "Sebenarnya debat kandidat ini sangat besar pengaruhnya. Namun saya perhatikan semua kandidat mencari aman karena tidak ada yang berani memberikan jaminan kepada masyarakat program yang dipaparkan selama masa kampanye. Contohnya kalau dalam waktu satu tahun program yang dipaparkan tidak bisa terealisasi Cabup-Cawabup sangup mengundurkan diri. Ini tidak ada yang berani memeberikan jaminan seperti itu,"ucapnya. (03)


    ShoutMix chat widget