LUBUKLINGGAU–Pelantikan tenaga honorer Pemkot Lubuklinggau menjadi CPNSD menuai isu tak sedap. Kabarnya ada honorer dilantik, menggunakan data base honorer yang sudah berhenti sejak tahun 2005 lalu.
Sumber koran ini berinisial NN menjelaskan bahwa isu ini sudah berkembang di masyarakat, hingga mendekati pelantikan honorer menjadi CPNSD yang berlangsung kemarin (31/5). "Saya mendapatkan info yang beredar di masyarakat jika CPNSD dari jalur honorer Pemkot banyak yang ganti nama orang di tahun 2005. Dulu orang yang menjadi honorer itu berhenti bekerja, karena belum cukup umur tetapi yang anehnya nama orang tersebut tetap ada masuk dalam database," ujarnya, kemarin.
Selanjutnya ia mengungkapkan kecurangan ini sayangnya tidak diketahui oleh Walikota Lubuklinggau, Riduan Effendi karena nama honorer yang diganti itu tetap mulus hinggga bisa dilantik. Dia memperkirakan manipulasi data honorer ini diduga dilakukan oknum pegawai BKD Kota Lubuklinggau.
"Jumlah honorer yang ganti nama itu ada lima orang. Semuanya berasal dari kelurahan dengan SK yang dimanipulasi SK tahun 2005 lalu," paparnya.
Terpisah, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Lubuklinggau, Surnadi saat dikonfirmasi koran ini mengaku tidak tahu persis bagaimana mekanismenya waktu itu. Namun yang jelas semua data honorer SK walikota diserahkan ke BKN. "Data honorer dari SKPD, kelurahan maupun sekretariat Pemkot Lubuklinggau diserahkan ke BKN. Data tersebut dikirim berupa file didalam kepingan Compact Disk (CD)," tegas Surnadi.
Surnadi menambahkan yang menentukan honorer diangkat menjadi CPNSD adalah BKN. "Semua itu BKN yang menentukan," pungkasnya.(01/06)


    ShoutMix chat widget