Wujudkan Sifat Nasionalisme

Selasa, 11 Mei 2010















Foto Leo Mura/Linggau Pos
Eliyanto (kiri) dan Elbaroma








Melihat Kiprah IARMI di Kalangan Masyarakat



Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI) dibentuk di daerah istimewa Yogyakarta, 28 Desember 1980. Organisasi ini merupakan wadah bagi lulusan Perguruan Tinggi (PT) yang semasa kuliahnya menjadi anggota resimen mahasiswa (Wira). Para purna wira yang tergabung kedalam IARMI, melakukan pengabdian pada masyarakat yang telah dibentuk saat menjadi wira. Berikut laporanya.



Leo Mura, Lubuklinggau
KEHADIRAN IARMI menjadi penting. Sebab, orang yang berada di organisasi ini merupakan orang-orang terdidik dalam hal kepemimpinan dan kewiraan yang dilandasi beragam disiplin ilmu. Artinya, secara individu mereka mampu memimpin dirinya sendiri untuk maju, sementara saat berada di antara masyarakat, mereka memiliki kemampuan menggerakkan orang-orang di sekitarnya, karena pengetahuan dan pengalaman mengenai kepemimpinan dan keilmuan.
"Oleh karena itu keberadaan IARMI menjadi salah satu potensi penting bagi mayarakat dan negara, sehingga ia perlu diberdayakan semaksimal mungkin. Inilah yang menjadi salah satu alasan mengenai perlunya pengelompokan dalam setiap tingkatan wilayah pemerintah dan berbagai lingkungan profesi," kata mantan Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang DPC Partai Golkar Mura, Eliyanto mengawali pembicaraannya ketika di jumpai di RM Singgalang Jaya,
Jalan Yos Sudarso Kelurahan Taba Pingin, Kecamatan
Wujudkan dari hal 1
Lubuklinggau Timur I, Senin (10/5). Pembentukan kepengurusan kabupaten/kota, merupakan upaya yang direncanakan, karena dibentuk berdasarkan kemampuaan dari pengurus, yang bebas dari kepentingan, selain setia pada Negara Kesatuan Republic Indonesia (NKRI) dan UUD 1945.
Selanjutnya, pelantikan pada pembentukan kongres IARMI kabupaten/kota akan berlangsung di Gedung Bina Praja Kantor Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Jalan A Rivai Kota Palembang. "Kehadiran IARMI sangat penting untuk menjadi warga pendidik di Kabupaten Mura dan Kota Lubuklinggau. Kehadiran resimen itu juga sangat membantu akan kekuatan negara, sebab selama ini kita lihat banyak di kalangan mahasiswa hanya bisa menghancurkan gedung kuliah ketimbang membangun mutu pendidikan," kata mantan resimen mahasiswa 1992/1994.
Untuk itu, dengan adanya resimen ini, dapat menumbuhkan rasa nasionalisme terhadap bangsa. Dengan demikian, indikator yang paling utama dalam menumbuhkan rasa nasionalisme, yakni menjalankan program unit resimen di lingkungan kampus. "Sehingga akan timbul sifat San Of Belonging, kemudian akan tertanam sifat San of Responsbility, sebab peran serta resimen sangat kuat dalam rangka penguatan bela begara," tutur pria bertubuh besar ini.(*)


    ShoutMix chat widget