Bantah Isu Pergantian Sekda
LUBUKLINGGAU–Walikota Lubuklinggau, Riduan Effendi membantah isu bakal adanya pergantian Sekda Kota Lubuklinggau, Akisropi Ayub. Isu itu menurut Wako sengaja dihembuskan untuk membuat kondisi kerja di lingkungan sekretariat Pemkot Lubuklinggau tidak kondusif.
"Siapa yang melontarkan isu itu? Saya tidak pernah menyatakan hal itu.
Mungkin ada pihak-pihak tertentu yang sengaja membuat kondisi tidak kondusif," kata Wako kembali bertanya kepada wartawan ketika ditanya terkait terkuaknya isu pergantian Sekda yang sempat dilansir koran ini pekan lalu.
Ditambahkan Wako, tidak gampang untuk mengganti Sekda, harus ada persetujuan Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Kemudian calon Sekda harus mengikuti fit and propertes. "Tidak semudah itu mengganti Sekda. Jangankan Sekda mengganti asisten tidak semudah membaliktelapak tangan," tegas Wako kepada wartawan koran ini di kantornya, Jalan Garuda Kelurahan Kayu Ara, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Jumat (21/5).
Lebih lanjut Wako mengatakan jangan mendengar selentingan isu langsung diberitakan. "Jangan membuat kondisi tidak kondusif karena akan memengaruhi iklim investasi. Kalau kondisi kota kita tidak kondusif jangankan invetor, tamu tidak mau datang ke Kota Lubuklinggau," kata Wako.
Sedikit tamu yang datang ke Kota Lubuklinggau, lanjut Wako, juga berpengaruh terhadap perkembangan media massa. Walikota memberikan contoh, misalnya salah satu hotel bekerjasama dengan surat kabar hingga setiap tamu yang menginap dikasih koran, dengan demikian pesanan koran berdasarkan jumlah kamar yang terisi. Dalam kondisi normal, misalnya ada 20 tamu. Kalau kondisi Kota Lubuklinggau tidak tidak kondusif tentunya jumlah tamu akan menurun, akibatnya pesanan koran juga menurun. "Belum lagi yang lain. Maka dari itu, marilah kita sama-sama menjaga jangan sampai kondisi kota kita tidak kondusif," ajaknya.
Namun demikian, Wako tidak menampik dalam waktu dekat akan ada mutasi pejabat eselon II. Mengenai hal itu, ucap Wako, pihaknya terus melakukan evaluasi kinerja kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). "Kinerja kepala SKPD yang dinilai kurang, kemungkinan akan diganti. Pelantikan kepala SKPD bisa dilaksanakan kapan saja, bisa besok, lusa atau mungkin satu bulan lagi," akunya.
Wako mengungkapkan, pihaknya terus mencari pejabat eselon II untuk menduduki jabatan kepala SKPD tertentu. "Kota Lubuklinggau masih kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM). Kalau yang pintar, banyak. Namun yang mampu menjadi pemimpin sulit dicari. Untuk menjadi pemimpin tidak cukup hanya pintar saja. Maka dari itu saya sering berkoordinasi ke Pemprov Sumsel minta dicarikan pejabat yang mumpuni untuk menduduki jabatan tertentu," ungkap Wako tanpa menyebutkan posisi jabatan kepala SKPD apa yang dicari.
Untuk diketahui, catatan koran ini beberapa SKPD di lingkungan Pemkot Lubuklinggau masih banyak pejabat selaku Pelaksana Tugas (Plt), diantaranya Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) dan Badan Diklat (Bandiklat).(06)


    ShoutMix chat widget