Foto Santoso/Linggau Pos
PENYEMATAN :
Kapolres Musi Rawas, AKBP Imam Sachroni menyematkan pita kepada salah seorang anggota yang terlibat pengamanan Pemilu Bupati dan Wakil Bupati Mura di halaman Mapolres Mura, Selasa (11/5).

MUSI RAWAS–Guna melatih kemampuan anggota Polri yang dilibatkan dalam melakukan pengamanan Pemilihan Umum (Pemilu) Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, 5 Juni mendatang, Polres Musi Rawas (Mura) mengelar latiha Pra Ops Pengamanan. Hal ini dilakukan untuk menghadapi segala ancaman yang diperkirakan akan
terjadi selama berlangsungnya tahapan Pemilu Kepala Derah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Mura.
"Yang jelas kami memperioritaskan tindakan persuasif dan prefentif. Makanya dari awal kami persiapakannya sehingga harapan kita ancamaan yang kami perkirakan terjadi tidak akan terjadi. Kita semua berdoa tidak terjadi, karena tidak ada masyarakat yang mengharapkan Pemilu akan rusuh. Kalau ada yang berfikir Pemilu harus rusuh itu tidak bener,"ungkap Kapolres Mura AKBP Imam Sachroni kepada Linggau Pos, Selasa (11/5).
Mengenai titik rawan Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daera Kabupaten Mura diakui Imam ada beberapa wilayah yang memang perlu dilakukan pengaman lebih. Sedikitnya ada sembilan dari 1206 TPS tercatat dalam kondisi rawan, jika dilihat dari faktor geografisnya. Kesembilan TPS tersebut pada umumnya jauh dari jangkuan, di antaranya TPS diperbatasan Jambi. "Nantinya ada dua pola pengamanan yang akan diterapkan. Pola Rawan satu TPS diamankan satu Polisi dan pola agak rawan satu Polisi bisa mengamankan dua sampai tiga TPS. Namun tergantung dengan kondisi di lapangan, kalau tidak terjangkau oleh satu tiga TPS tidak terjangkau oleh satu polisi, maka satu TPS akan ditempatkan satu polisi," jelasnya.
Ditambahkan Imam, setiap orang menginginkan Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Mura, 5 Juni mendatang berlangsung aman. Analisa gangguan yang paling krusial kemungkinan yang bakal terjadi yakni ketidak puasan yang berujung pada kegiatan unjuk rasa. "Seperti masalah DPT, makanya kami berharap juga dari penyelenggara maupun Panwaslu untuk berindak lebih profesional. Kemudian mampu menyerap aspirasi rakyat dengan baik sehingga tidak terjadi kecurigaan atau protes serta ketidak puasan yang timbul dari masyarakat maupun para peserta Pemilu," terangnya.
Untuk pengamanan itu sendiri diakui Imam akan dilakukan sejak 18 Mei hingga usai pelaksanaan Pemilu Kepala Daerah dan Wakil kepala Daeah. "Walaupun pergeseran pasukan (Serpas) kami lakukan 18 Mei nanti, namun sebelumnya kami sudah mengelar operasi pra kondisi menjelang Pemilu. Dalam latihan kali ini yang diutamakan menaggulangi kejahatan kuntijensi serta pengawalan logistic dan pengamanannya. Peserta seluruhnya anggota Polres Mura yang dilibatkan termasuk anggota Polres Lubuklinggau, Brimob dan anggota Polda Sumsel yang di BKO kan,"katanya.(03)


    ShoutMix chat widget