Foto : Hetty/Linggau Pos
RUSAK :
Kondisi jalan di Sp 2 Desa Sidomulyo Kecamatan Muara Lakitan yang memprihatinkan. Foto diabadikan, Sabtu (15/5).








MUARA LAKITAN– Proyek perbaikan jalan di Kabupaten Musi Rawas (Mura) ternyata belum dilaksanakan secara merata. Buktinya sudah puluhan tahun, Jalan Desa Sidomulyo Kecamatan Muara Lakitan belum pernah dilakukan perbaikan. Padahal jika dihitung dari Income (pendapatan), Desa Sidomulyo menghasilkan lebih dari milyaran rupiah per tahun menunjang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemkab Mura. "Selama ini daerah kami selalu menghasilkan sekitar Rp 6 miliar, tapi apa yang didapat. Anda (wartawan,red) bisa lihat sendiri kan, kondisi jalannya saat ini.
Sudah puluhan tahun kami disini, jalannya tak pernah dibangun," ungkap Atek, salah seorang warga Desa Sidomulyo kepada Linggau Pos, Sabtu (15/5).
Dengan kondisi tersebut ia berharap, Pemkab Mura dapat memperhatikan keinginan masyarakat mendapatkan fasilitas yang lebih memadai. Atek menerangkan, apabila hujan turun warga masyarakat tidak bisa melewati jalan tersebut karena medan jalan rusak parah. Namun, apabila kondisi kering jalanan berubah menjadi debu yang mengakibatkan warga terserang penyakit.
"Kami berharap, pemerintah dapat memperhatikan keinginan warga ini. Dengan demikian, aktivitas warga menjadi lancar," lanjutnya.
Pemantauan koran ini di lapangan, jalan menuju Desa Sidomulyo memang ditemukan beberapa titik jalan yang rusak parah. Apalagi ketika hujan turun, otomatis aktivitas warga menjadi terhambat karena kondisi jalan yang tidak memungkinkan untuk dilewati.
Bupati Mura, H Ridwan Mukti, yang pada saat itu berkunjung ke Desa Sidomulyo mengungkapkan akan memperhatikan keluhan masyarakat tersebut begitu pun dengan hal-hal yang lainnya.
"Kami akan berusaha mewujudkan keinginan masyarakat. Tetapi, kami juga mohon kepada masyarakat untuk sabar menunggu. Sebab, proses yang dilalui tidak semudah membalikkan telapak tangan. Dan pemerintah juga akan mencari sumber dana yang akan digunakan untuk memenuhi keinginan rakyat tersebut," ungkap Ridwan.
Ditambahkannya, memang selama ini Kabupaten Mura merupakan salah satu daerah tertinggal di Provinsi Sumsel. Namun, seiring waktu berjalan pandangan itu sudah memudar karena Pemkab berangsur-angsur melakukan pembangunan dan perbaikan infrastruktur.
Sebelumnya Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Mura dalam rekomendasi LKPJ akhir masa jabatan Bupati Mura mengatakan, bahwa pada 21 April 2008 Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal berkunjung ke Kabupaten Mura, dan salah satu tujuannya adalah mencabut status Kabupaten Mura, dari daerah tertinggal. Akan tetapi saat ini masih ada beberapa desa di Kabupaten Mura, sekitar 45 desa masih menyandang desa tertinggal. Dewan berharap kepada bupati agar desa-desa tertinggal tersebut mendapat perhatian serius dan lebih diprioritaskan.(07)


    ShoutMix chat widget