Foto Kholil/Linggau Pos
KOLAM : Kolam yang direncanakan untuk pembibitan belut milik salah satu kelompok tani PPTM di Desa Trikoyo Kecamatan Tugumulyo.




Poktan PPTM Kecewa
TUGUMULYO–Kelompok Tani (Poktan) budidaya belut tergabung dalam pembinaan Paguyuban Patra Tani Modern (PPTM) Kabupaten Musi Rawas (Mura), kembali kecewa. Pasalnya, pengiriman bibit belum kembali molor, karena hingga sekarang belum sampai ke Poktan seperti dijanjikan.
Ketua PPTM, Ifwan Setia Budi kepada wartawan koran ini, Rabu (26/5) mengatakan bahwa pengiriman bibit belut dipesan melalui Agrin (Konsultan) PKPL PT Pertamina setelah klarifikasi Jumat, 14 Mei 2010, pihak Agrin berjanji bibit belum dalam waktu dekat akan sampai ke Poktan di Kabupaten Mura. "Tapi kenyataannya, sampai sekarang belum diterima pihak Poktan," jelas Ifwan, sapaan Ifwan Setia Budi.
Ifwan menambahkan, para petani juga banyak kecewa, sebab bibit itu pemesanannya melalui Agrim (Konsultan) PKPL PT Pertamina, sejak Oktober 2009, dan media yang dibuat petani sudah banyak rusak. "Kecuali kalau medianya permanen masih bertahan," kata Ifwan.
Alasan dari pihak Agrim belumsampainnya bibit belut yang dijanjikan, karena terkendala dengan jarak yang jauh sehingga banyak bibit belut itu mati. Sebenarnya masalah jarak tidak jadi masalah, tetapi harus ada surat secara tertulis dari pihak Agrim. "Selama ini hanya penjelasan itu hanya sebatas ucapan lisan saja, jadi tidak ada kekuatan hukum yang bisa menjadi bukti. Dan yang jadi masalah saat ini para Poktan tidak menerima kontrak kerja sama dengan Agrin," jelas Ifwan.
Lanjut Ifwan, kalau MOU (Perjanjian) ada tatapi seharusnya Poktan pegang kontrak kerja sama. Dengan tidak ada penjelasan secara tertulis ini tidak dapat meyakinkan Poktan tentang kendala dialami pihak Agrim. "Karena petani sudah tiga kali menunggu pihak Agrim untuk memenuhi pemesanan bibit ke Poktan. Sehingga petani merasa kecewa," jelasnya.
Staf Agrim Bagian Pengembagan Kapasitas, Doli Reza dihubungi koran ini tak mau berkomentar terkait belum sampainya bibit belut ke Poktan di Kabupaten Mura. "Masalah itu kewenangan Ketua Agrim Barnas. Sebaiknya langsung saja anda hubungi ketua Agrim," elak Doli Reza. Sampai berita ini naik cetak Ketua Agrim belum dapat dihubungi.(05)



    ShoutMix chat widget