Pengalaman Rohani Darus Mansyah

Ibadah haji telah membuka pintu rezeki H Darus Mansyah (42) bin M Dero dalam menekuni usahanya. Awalnya ia pernah khilaf pernah melakukan perbuatan yang dilarang syariat agama, kini ketenangan dirasakannya setelah menunaikan ibadah Haji tahun 2007. Bagaimana pengalaman rohani pria asli Lahat itu?

M Nur Kholil, Karang Ketuan
LELAKI berperawakan sedang itu ketika ditemui wartawan koran ini Jumat (21/5) di kediamannya di RT 04 Kelurahan Karang Ketuan, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, menyambut dengan ramah. Meski kelihatan letih karena habis pulang dari urusan bisnisnya tapi Darus, sapaannya tetap menerima dengan ramah.
Suami Rishawana telah dikaruniai tiga anak menceritakan kisahnya sebelum menunaikan ibadah haji ke tanah suci. Kelahiran B Srikaton, 1 Desember 1968 menuturkan ketika itu jauh dari ibadah.
"Saya dulu pernah mengenal dunia hitam yang dilarang syariat Islam. Tapi lama kelamaan saya pun bertobat setelah menunaikan ibadah haji," ucap Darus yang sekarang menjabat Kepala Unit Pelaksana Teknis (KUPT) Puskesmas C Nawangsasi. Pun demikian saat dia menjalani bisnis sempat mengalami jatuh bangun. Awalnya Darus membuka usaha peternakan ayam ras di G2 Dwijaya dengan modal lumayan banyak. Tetapi usaha itu gagal karena ayam miliknya terserang penyakit ngorok.
Kemudian ia pindah menggeluti bisnis pembibitan karet hingga memiliki 9 Hektar lahan karet. "Tetapi usaha itu dengan sendirinya merugi sehingga saya pernah terjerat hutang lumayan besar," kata Darus dengan mata menerawang. Seakan mengenang kembali usaha yang dijalani sempat bangkrut.
Nah, akhirnya Darus pada tahun 2007 menunaikan ibadah Haji hingga ia mendapatkan hidayah. Ia sendiri bisa naik haji berkat prestasi yang pernah diraih sebagai perawat teladan di Kabupaten Mura. Saat itu Darus meraih juara pertama hingga diangkat oleh Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI).
"Saat itu setelah naik haji saya seakan mendapatkan hidayah dibukakan jalan oleh Yang Maha Kuasa. Saya merasa mendapatkan ketenangan lahir batin," papar Darus yang saat itu mulai membuka kembali usaha ikan kolam deras 5 kolam. Dengan usaha yang dirintis itu mulai ada pekembangan hingga hutang terbayar.
Jenjang karier Darus dimulai sebagai PNS diangkat pada 1989 di derah terpencil di Desa Sadarkarya mulai tahun 1989 hingga 1995. Saat itu Darus menjadi Pimpinan Pustu Dwijaya selanjutnya tahun 1995-2005 pindah tugas ke Desa C Nawangsasi.
Pada priode 2007, ia mendapat prestasi sebagai perawat teladan se-Kabupaten Mura sampai tingkat Propinsi Sumsel mendapat juara tiga hingga berhasil diangkat TKHI.
Pengalaman religius didapatkan Darus setelah pulang haji. Batin pria itu merasa mendapatkan ketenangan sehingga dalam melaksanakan tugas semakin bertanggung jawab sesuai dengan prosedur medis.
Selain itu juga dengan keberkahan haji ini Darus dipercaya menjadi Ketua RT 04. Padahal ia tinggal di lingkungan dengan komunitas suku Jawa, sementara ia sendiri penduduk pribumi.(*)


    ShoutMix chat widget