ades A Widodo Masrizal Giatkan Wirausaha

Pengalaman Kades A Widodo, Masrizal mengikuti Bimbingan Tekhnik (Bimtek) wirausaha diadakan Dinas Koperasi Palembang, baru-baru ini, membuahkan hasil manis. Kades itu mampu mengembangkan hasil usaha batik dengan baik. Hingga bertekad usaha ini mampu meningkatkan perekonmomian warganya.

M Nurkholil, Tugumulyo
KETIKA berjumpa wartawan koran ini Sabtu (15/5) di kantornya, pria kelahiran Bukit Tinggi Padang, 31 Desember 1960 menyambut ramah. Ia pun mempersilahkan duduk sambil menyuguhkan minuman ringan.
Tidak lama kemudian berlangsung obrolan akrab dengan suami Helda baru dikaruniai satu anak. Saat itu Masrizal menceritakan pengalamannya mengikuti Bimtek di Palembang selama empat hari pada awal Mei 2010 ini. dengan mengikuti Bimtek tersebut, ia merasa pengetahuan makin bertambah. "Bimtek itu membahas cara bagaimana melaksanakan kewirausahaan dan manejemen koperasi," kata Masrizal.
Nah, pada Bimtek tersebut Masrizal ditunjuk sebagai instruktur di BLK Propinsi Sumatera Selatan. Adapun keinginan Masrizal mengikuti Bimtek didukung rasa ingin tahu yang tinggi serta ingin mengembangkan konveksi yang sudah dibuka di A Widodo agar lebih maju.
Ia menceritakan dengan kondisi persaingan pasar bebas ini kita harus dapat melihat kenapa daerah lain bisa melakukan terobosan. "Sekarang ini bagaimana kita juga dapat melakukannya untuk daerah sendiri. Kalau kita tidak bisa melakukan terobosan tersebut. Kita tidak dapat menghadapi dalam persaingan bebas yang kita hadapi pada saat ini," jelas Masrizal. Lebih lanjut Masrizal menyatakan Desa A Widodo sudah memproduksi motif batik Printing Musi Rawas Darussalam merupakan hasil kreasi Desa A Widodo. "Batik dibuat secara berkesinambungan dengan menjadikan batik motif printing Mura Darussalam. Sekaligus saya ingin mendukung program Mura Darussalam," ungkap pria yang berperawakan sedang ini.
Setelah itu pria berkumis itu menambahkan saat ini bahan batik printingya masih pesan dari Yogyakarta. Kedepan dengan mengikuti Bimtek ia berharap Pemkab Mura dapat memproduksi hasil batik daerah sendiri dipelopori Desa A Widodo.
Wirausaha konveksi yang dikembangkan pihak Desa A Widodo dari dana PNPM itu dibantu pengembanganya melalui Koperasi. Kini karyawanya ada 16 orang dari ibu-ibu PKK Desa A Widodo dan Karang Taruna. Sementara Kades Masrizal selaku Manejer dalam pengembangan konveksi tersebut.(*)


    ShoutMix chat widget