MUSI RAWAS–Sebagian besar petani di Kabupaten Musi Rawas (Mura) resah terhadap hama babi yang merusak tanaman beberapa minggu terakhir. Hewan tersebut saat ini tidak lagi merusak tanaman pertanian dan holtikultura, namun sudah merambah ke perkebunan.
Seperti halnya terjadi di Kecamatan Jayaloka, hama babi merusak perkebunan sawit milik petani yang
baru ditanam. Bahkan tidak jarang hewan berkaki empat itu memakan buah sawit yang masih ada di atas batang yang masih rendah.
"Sejak beberapa minggu terakhir, warga mulai resah terhadap hewan babi yang merusak tanaman. Awalnya hewan tersebut hanya memakan buah sawit yang jatuh ke tanah karena untuk memakan buah yang ada dibatang terlalu tinggi. Tapi setelah buah sawit yang ada di bawa habis, hewan tersebut memakan buah sawit yang batangnya masih rendah," ungkap Pur, warga Kecamatan Jayaloka kepada Linggau Pos, Jumat (14/5).
Sementara informasi lain menyebutkan, hama babi tidak hanya menyerang kebun petani di Kecamatan Jayaloka. Petani di Kecamatan Rawas Ilir, Karangdapo dan Lakitan juga mulai resah dan khawatir dengan hama babi mulai menyerang tananaman perkebunan. Di tiga kecamatan tersebut pada umumnya babi memakan bagian batang muda pohon sawit yang baru ditanam. Dalam satu malam rata-rata kerusakan pohon sawit yang baru ditanam bisa mencapai puluhan.
Menanggapi masalah ini, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Mura, Hendy UP melalui Kabid Program, Maggaratua mengatakan, untuk membasmi hama babi yang menyerang tanaman pertanian, pihaknya telah menyiapan alat Lapon (sejenis perangkap babi) dan jaring. Alat tersebut diberikan kepada kelompok tani digunakan secara bersama-sama.
"Kalau untuk laporan masalah hama babi, sejauh ini kami belum menerima. Namun untuk mengantisipasi hal tersebut semua peralatan untuk membasni hama babi sudah kami persiapkan. Tapi kalau hama babi tersebut merusak tanaman perkebunan antisipasinya dilakukan oleh Dinas Perkebuanan," jelas Maggaratua.
Terpisah, Kabid Program pada Disbun Mura, Eman Suherman mengatakan, pihaknya telah membuat beberapa program untuk mengatasi permasalahan hama yang menyerang tanaman perkebunan. Diantaranya dengan memberikan bimbingan tehnik kepada kelompok tani dan menyiapkan beberapa peralatan. "Saat Bimtek, para kelompok tani akan diberikan pengertian bagaimana cara mengatasi permasalahan hama yang menyerang perkebunan. Pada 2010 ini kami telah menyiapkan peralatan Lampun dan tombak untuk 10 desa,"jelasnya.
Ditambahkan Eman, peralatan tersebut nantinya akan diberikan kepada kelompok tani yang sangat memerlukan. "Saat ini kita belum bisa menerapkan azas pemerataan untuk bantuan peralatan penagkap babi. Kita masih menerapkan azas manfaat kepada petani yang membutuhkan," ucapnya.(03)


    ShoutMix chat widget