Foto Kholil/Linggau Pos
PeRAGAKAN : Rekonstruksi pelaku Gun, sedang melakukan pembacokan, pada korban Erliyana yang diperagakan oleh keluarga korban. Foto diabadikan Sabtu (8/5).




Rekonstruksi Kasus KDRT
MUSI RAWAS–Aparat Kepolisian Polres Musi Rawas (Mura), Sabtu (8/4) menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan Eliyana, warga Desa Durian Remuk, Kecamatan Muara Beliti, dengan tersangka Gunawan Alias Gun.
Peristiwa ini terjadi Sabtu (27/3) sekitar pukul 09.00 WIB di rumah korban. Rekonstruksi pembunuhan berencana Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang terjadi pada Sabtu tanggal 27 Maret 2010 sekitar 09.00 WIB, di rumah korban Desa Durian Remuk, Kecamatan Mura Beliti, dilakukan petugas.
Rekonstruksi itu di laksanakan Sabtu (8/4) sekitar pukul 09.30 WIB di rumah korban. Kapolres Mura AKBP Imam Sachroni, Kasat AKP Maruly Pardede didampingi Kanit PPA Ipda Dedi Rahmah Hidayat, mengatakan rekonstruksi itu untuk melengkapi berkas, karena ini kejadian yang digolongkan berat.
Dedi Rahmah menambahkan dalam rekonstruksi itu diperagakan oleh pelaku dan para saksi dari keluarga korban. Adegan ini dilakukan sebanyak 12 kali. Di mulai dari awal sebelum terjadi kejadian, adegan pertama tersangka Gunawan Alias Gun pada saat sedang di rumah mertua tersangka marah-marah kepada korban Eliyana, mengenai mie dan teh yang dibeli oleh tersangka Gun tidak dihiraukan oleh korban. "Setelah itu korban melaporkan hal tersebut kepada saksi Bedu bahwa korban dimarah terus oleh tersangka," kata Ipda Dedi.
Lanjutnya, adegan II tersangka Gun menyiapkan pakaian dan alat untuk pergi ke kebun, seperti parang, pisau dan arit hingga dimasukkan ke dalam tas. Yang mana saksi Sadam Husen sedang memperbaiki mesin listrik di teras rumah.
Adegan III, tersangka pergi ke warung untuk membeli rokok guna mempersiapkan ke kebun setelah membeli rokok tersangka kembali ke rumah untuk mengambil alat-alat yang sudah dipersiapkan yang mana pada saat itu korban sedang menyapu sambil marah-marah pada tersangka.
Adegan ke IV saksi Bedu mempersiapkan pakaian kotor untuk dicuci ke sungai. Setelah itu Badu pergi ke sungai, melihat tersangka dan korban Eliyana sedang cekcok. Adegan V tersangka Gun masuk ke dalam untuk mengambil dan menggendong anaknya yang menangis untuk dimasukkan ke dalam ayunan, yang mana pada saat itu korban Eliyana dari arah dapur mendekati tersangka langsung menepis tangan tersangka sambil mengatakan,"Larilah kamu dari sini."
Adegan VI, korban Erliyana mengambil anaknya dari ayunan serta menggendongya untuk dibawa kedepan yang pada saat itu tersangka mengikutinya kedepan.
Adegan VII, tersangka Gun pergi ke dapur mengambil alat-alat untuk dibawa ke kebun dan dimasukan ke dalam tas. Sedangkan pisau diselipkan tersangka Gunawan di pinggang sebelah kiri, tersangka mendengar korban mengatakan jangan pukul-pukul rumah saya.
Adegan VII tersangka langsung menemui korban yang sedang duduk diruangan tengah sambil menyusui anaknya dan mengatakan kepada korban bisa diam tidak, lalu dijawab korban saya tidak tahan lagi hidup sama kamu lebih baik saya mati mendengar ucapan tersebut tersangka langsung mancabut pisau yang diselipkannya di pinggang sebelah kiri. Dan langsung membacoknya ke leher sebelah kiri dan kepala bagian belakang sebelah kiri korban kiri, adegan IX saksi Sadam Husen pada saat itu mendengar jeritan korban Erliyana langsung mendekat. Pada saat itu saksi melihat tersangka menusukan kembali pisaunya ke tubuh korban mengenai rusuk belakang sebelah kiri korban.
Adegan X tersangka Gun setelah melakukan perbuatan tersebut lari kearah belakang rumah sambil membawa pisau pada saat itu juga pisau langsung tersangka buang kesamping rumah. Adegan XI saksi maimunah pada saat sedang berada di rumah, mendengar jeritan minta tolong yang arah jeritan itu dari arah korban Erlina mendengar jeritan tersebut saksi maimunah langsung mendatangi rumah korban Erlina yang mana pada saat saksi datang, korban sudah terduduk di kursi sambil menggendong anaknya dalam keadaan tidak berdaya saksi langsung merangkul korban Erlina pada saat itu korban mengatakan "Mati aku wo."
Sedangkan saksi Husen pada saat saksi datang langsung menangis dan langsung keluar rumah adegan XIInya saksi Maimunah dan Bedu dan warga lansung membawa korab Erlina ke Puskesmas ke Muara Beliti dengan menggunakan mobil.
Kapolres Mura AKBP Imam Sachroni, Kasat AKP Maruly Pardede didampingi Ipda Dedi Hidayat membenarkan perbuatan pelaku merupakan Primer 340 subsider pasal 338 lebih subsider pasal 351(3) KUHP atau Pasal 44 (3)UU PKDRT No.23 Tahun 2004. mendapat hukuman penjara kurang lebih selama 15 tahun penjara.(05)



    ShoutMix chat widget