Azman Bainuri Penerima Penghargaan Guru Teladan

Azman Bainuri (41), merupakan salah saeorang guru berprestasi tingkat Kota Lubuklinggau dan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) utuk 5 tahun terakhir ini. Selain itu, dia juga pencipta lagu daerah Kota Lubuklinggau dengan judul Kesenian Lame. Berikut laporannya.

Leo Mura, Lubuklinggau
PRIA Kelahiran Lubuklinggau, 5 Desember 1968 mengaku senang atas penghargaan yang ditorehkan kepadanya oleh Walikota Lubuklinggau H Riduan Effendi, Senin (3/5) lalu. Rasa senangnya itu disampaikannya ketika dijumpai wartawan koran ini di Gedung Olah Raga (GOR) Lubuklinggau Kelurahan Puncak Kemuning Kecamatan Lubuklinggau Utara II.
Mengawali pembicaraan itu, pria asli lubuklinggau ini dengan santainya menceritakan awal dia memasukkan berkas nominasi kepada tim penilaian guru pemberi penghargaan Walikota Lubuklinggau, pada peringatan Hari Pendidikan (Hardiknas) Ika Irmaita.
"Pagi itu, betapa terkejutnya saya ketika mendapat panggilan dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Lubuklingau, untuk dapat mengenakan seragam lengkap pada upacara Hardiknas megenai penerimaan perhargaan dari Walikota Lubuklinggau. Dalam pemilihan itu ada 10 orang yang menerima penghargaan, terdiri dari, 2 orang guru TK, 4 orang guru SD, 2 Orang Guru SMP serta 2 orang guru SMA," papar guru SMP Negeri I Lubuklinggau ini.
Jujur, penghargaan atas prestasi diluar profesi itu tak terlalu diharapkan. "Namun saya sangat bersyukur atas torehan pemerintah Kota Lubuklinggau atas prestasi guru diluar profesi ini. Hal ini merupakan support bagi guru yang ada di lingkungan pendidikan Kota Lubuklinggau. Dan prestasi yang telah dicapai akan dipertahankan," ungkap pria bertubuh tinggi 177 ini.
Mengawali dalam penciptaan lagu daerah, lanjut pembina sekaligus pendamping pada Jambore di Malaka Malaysia 2004, berawal dari ajang Festival. Mulai dari membuat arasemen lagu hingga notasi balok. "Sambil memainkan gitar serta direcor sendiri secara manual, saya garap lagu pertama itu pada ajang festival tersebut dengan judul "Kesenian Lame". Untuk menunjukkan kepada mayarakat Kota Lubuklinggau, bahwa Kota Lubuklinggau mempunyai budaya dan lagu daerah sendiri," ungkap buah hati dari Bainuri Latif dan Rohami.
Selanjutnya, pembinan dan pendambing Jambore di Cibubur 1996 itu mengatakan, saat ini dia telah menciptakan lagu Dere Linggau, dan Linjang Tejun yang telah di jadikan CD. Selain itu ia juga telah menciptakan lagu "Rindu Linggau". "Lagu ini diperuntukkan bagi orang yang merantau, sehingga dengan lagu ini mereka akan selalu ingat akan kampung halaman mereka. Terutama ketika dalam perjalanan pulang," tuturnya.
Untuk itu, ia berharap agar lagu linggau ini dapat lebih dikenal dan bisa disetarakan dengan lagu daerah lain, seperti lagu Minang, lagu Jambi, lagu Aceh dan lagu daerah lainnya, serta go internasional. "Alhamdulillah sekarang ini, untuk lagu Dere Linggau, Kesenian Lame, dan Linjang Tejun, serta Rindu Linggau sudah ada di youtube. Dan saya berharap seni budaya Lubuklinggau jangan sampai punah," pinta pria yang kerap dipanggil Azman.(*)


    ShoutMix chat widget