TUGUMULYO–Perubahan cuaca dari musim hujan ke musim panas, terlihat pada Minggu ke-3 dan 4 April 2010, dikhawatirkan muncul penyakit berupa cendawan dan bakteri menyerang tanaman padi.
Untuk itu dihimbau kepada para petani di Kabupaten Mura, khususnya petani di Kecamatan Tugumulyo, Purwodadi, Megang Sakti dan STL ULu Terawas, mengantisipasi serangan penyakit padi tersebut.
Kepala Laboratorium Hama Penyakit Tanaman Pangan (LHPTP), Ngapio kepada wartawan koran ini, Sabtu (1/5) mengatakan, penyakit yang disebabkan cendawan dan bakteri, seperti penyakit patah leher (Pyicularia myzap) dan bakteri kresek (Hawar daun bakteri) dan disebabkan oleh xanto munas Compet tris yang dimungkinkan menyerang daun padi.
Ngapio menambahkan dengan kondisi iklim tidak menentu pada saat ini dihimbau kepada para petani untuk melakukan upaya–upaya, diantaranya menggunakan varitas unggul tahan serangan penyakit. Misalnya varitas Banyuasin, Kalimas, Bandoyudo. Jelasnya hubungan dengan Balai Benih Umum (BBU) setempat, melakukan penanaman dengan sistim legowo untuk mengatur kelembaban udara. "Sehingga cahaya matahari meresap ke setiap bagian tanaman," kata Ngapio.
Selain itu, lanjut Ngapio, petani harus melakukan pemupukan tepat waktu, sesuai dengan perkembangan tanaman dengan pupuk berimbang dengan unsur Nitrogen, Phosfor dan Kalium (NPK), agar diperoleh tanaman kerap sehat dan kokoh. Selain itu melakukan pengamatan ke sawah minimal satu minggu satu kali. "Untuk melihat ada tindakan serangan penyakit cendawa dan bakteri," ingat Ngapio.
Lanjut dia, apabila ditemukan genjala serangan patah leher dan bercak pada daun segera mengambil tindakan ke penyuluh pertanian setempat untuk pencegahan hama tersebut. "Bila terjadi serangan lakukan penyemprotan," jelas Ngapio.
Untuk penyakit cedawan, patah leher dapat digunakan fungisida efektif. Bila terjadi serangan bakteri kresek daun terlihat seperti terbakar. "Ini diakibatkan oleh kelembaban tinggi, pemupukan N berlebihan dan kekurangan unsure K," ungkap Ngapio.
Dia menyatakan pemupukan berimbang pada padi sangat penting, kemudian melakukan penyemprotan bakterisida. Selain itu juga petani harus dapat berhubungan dengan kios setempat. "Kalau terjadi serangan bakteri cendawa disarankan petani tidak menggunakan pemupukan N berlebihan yang melebihi 2-3 kali," jelas Ngapio.(14)


    ShoutMix chat widget