Foto : Hetty-Linggau Pos
MENINGKAT : Salah satu hotel di Kota Lubuklinggau yang menjadi tempat menginap kafilah MTQ XXIV Provinsi Sumsel Kabupaten Musi Rawas. Sejak pelaksanaan MTQ membuat tingkat hunian hotel meningkat.





Dampak Pelaksanaan MTQ XXIV Provinsi Sumsel

Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXIV Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) di Kabupaten Musi Rawas (Mura), membawa dampak positif pada bisnis perhotelan di Kota Lubuklinggau. Para kafilah dan masyarakat yang ingin menyaksikan perhelatan akbar itu, berbondong-bondong mencari tempat hunian yang nyaman selama berada di Kota Lubuklinggau. Bagaimana reaksi pengelola hotel mengenai event akbar ini? Berikut laporannya.


Hetty Arnita, Lubuklinggau
PALING tidak satu pekan ini, Senin (19/4) hingga Minggu (25/4), pengelola hotel di Kota Lubuklinggau dapat tersenyum lebar. Betapa tidak, event akbar yang diadakan di Kabupaten Mura dengan menyelenggarakan MTQ XXIV tingkat Provinsi Sumsel telah menambah income (pemasukan, red) bagi bisnis mereka.

Seperti dituturkan Arief Yeriansyah, Manager Hotel Dempo Permai Lubuklinggau. Pria ramah ini mengaku, sejak dilaksanakannya MTQ di Kabupaten Mura penghuni hotelnya meningkat hingga 75 persen. Sebab, di hotelnya terdapat kafilah dari Kabupaten Musi Banyuasin.


"Yang jelas seminggu kedepan penghuni hotel mengalami peningkatan dari hari-hari biasanya yang tidak ada event sama sekali. Dan kebetulan, hotel kami dihuni oleh kafilah dari Kabupaten Musi Banyuasin," ungkap Arief ketika dijumpai wartawan koran ini di Hotel Dempo Permai Lubuklinggau samping Lapangan Merdeka Kota Lubuklinggau, Selasa (20/4).


Ditambahkan bapak dua anak ini, agar penghuni merasa nyaman berada di hotel, manajemen hotel selalu memberikan pelayanan yang baik hingga berkesan pada pengunjung hotel. Untuk itu, dia selalu mengarahkan seluruh karyawannya untuk melayani tamu dengan baik.


"Misalnya, kita harus benar-benar memperhatikan apa yang dibutuhkan oleh tamu. Kemudian, mereka juga harus sigap ketika tamu membutuhkan kita. Tujuannya, hanya satu supaya mereka berkesan ketika berada di hotel kita," lanjut Arif.


Hal yang sama juga diungkapkan salah seorang karyawan hotel lainnya di Kota Lubuklinggau. Sejak digelarnya MTQ tingkat Provinsi Sumsel di Kabupaten Mura, pengunjung hotel ditempatnya bekerja mengalami lonjakan sangat drastis. Saking banyaknya, seluruh karyawan harus ekstra bekerja untuk melayani setiap tamu yang datang.


"Sebab, selain kafilah Kabupaten Banyuasin yang menginap di sini, kami juga melayani tamu umum yang sekedar mampir di hotel. Yang jelas, selama satu pekan kedepan pemasukan bagi hotel kami mengalami peningkatan hingga 85 persen," ungkapnya.


Dikatakannya, pihaknya tidak membedakan pelayanan antara tamu yang satu dengan yang lain. Sebab, mereka merupakan tamu yang harus dihormati dan dilayani dengan baik. "Sesuai dengan komitmen, bahwa seluruh tamu harus dilayani dengan baik. Dan berilah kesan yang menyenangkan kepada seluruh tamu," pungkasnya. Sementara di sejumlah hotel lain di Kota Lubuklinggau juga mendapatkan rejeki runtuh dengan meningkatnya hunian tamu. Di depan hotel itu dipasang baner bertuliskan nama kafilah peserta MTQ Sumsel sebagai tanda mereka menginap di hotel tersebut.(*)


    ShoutMix chat widget