SEMENTARA itu pengumuman hasil Ujian Nasional tahun pelajaran 2009/2010, kemarin (26/4), mendapat mengamanan khusus dari aparat kepolisian Polres Lubuklinggau baik berpakaian preman maupun dinas.
Pantauan di lapangan, ratusan siswa-siswi SMA/MA/SMK yang melanggar lalu lintas terlihat dikejar aparat kepolisian. Hal itu membuat ratusan siswa siswi berhamburan masuk gang-gang kecil. Mereka menghindari kejaran petugas. Padahal sebelumnya Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Lubuklinggau sudah melayangkan surat edaran ke sekolah-sekolah, agar siswa tidak melakukan aksi corat-coret dan konvoi, yang membuat resah masyarakat dan pengguna jalan. Namun hal ini tidak diindahkan mereka demi melampiaskan luapan kegembiraannya.
Puluhan anggota Satlantas terlihat melakukan patroli di sepanjang ruas Jalan Yos Sudarso Kota Lubuklinggau. Puluhan anggota Satlantas itu berpencar
Siswa dari hal 1
di sepanjang ruas jalan utama dan anggota Samapta menjaga di setiap sekolah-sekolah. "Sebelumnya memang sudah ada koordinasi kepada sekolah untuk tetap berjaga di sekolah," ungkap Kapolres Lubuklinggau, AKBP Mukhlis melalui Kasat Lantas AKP Ferdinad H didampingi KBO Ipda Fikri A kepada wartawan koran ini.
Dikatakan Fikri, dalam patroli itu sedikitnya 10 siswa SMA/MA/SMK diamankan petugas karena melangar peraturan lalu lintas. "Dengan demikian anak sadar bahwasannya aksi konvoi yang mereka lakukan itu merupakan salah satu tindakan yang salah, sebab masih banyak cara lain untuk merayakan kelulusan itu," jelas Fikri.
Kemudian kata Fikri pihaknya terus memberi arahan kepada sejumlah siswa yang terjaring tersebut dan memanggil orang tuanya.
Irwansyah salah seorang siswa SMA Negeri di Kabupaten Mura mengaku sebelum diumumkannya hasil UN belum berani melakukan aksi corat-coret. "Saya merasa takut dan khawatir jika saya tidak lulus, makanya saya lakukan ini setelah dipastikan lulus," akunya.
Sementara itu, Kasi Pembina SMA, A.Bastari mengimbau siswa-siswi yang tidak lulus pada UN, Senin (22/3), agar tetap bersabar. Sebab menurutnya masih ada kesempatan bagi mereka dengan mengikuti ujian ulangan. "Ujian ulangan bukan berarti ujian Paket C, ujian ulangan sama halnya dengan ujian nasional pada Senin (22/3) lalu hanya saja soalnya yang berbeda," tegasnya.
Dengan adanya ujian ulangan tersebut, menurut Bastari, akan sangat membantu siswa/siswi yang tidak lulus UN tahun pelajaran 2009/2010. "Sebagai contoh pelajaran Bahasa Indonesia yang tidak lulus, jadi pelajaran itu saja yang diulangkan dan pelajaran lain tidak," jelasnya.
Guna menekan siswa-siswi aksi konvoi di jalanan Sat Pol-PP Kota Lubuklinggau juga melakukan patroli. Hasilnya 21 siswa/siswi SMA/SMK terjaring razia dan dibawa ke kantor Pol-PP untuk dimintai keterangan. Baju siswa yang sudah dicorat-coret menggunakan cat diamankan di kantor Sat Pol-PP sebagai barang bukti. "Khusus siswa yang terjaring bajunya diambil," ungkap Koordinator Lapangan Sat Pol-PP Kota Lubuklinggau, Hendri Kusuma.
Dia menambahkan, dari 21 siswa-siswi yang terjaring terdiri dari 13 siswi dan delapan siswa. "Dari 21 siswa siswi yang tejaring razia beberapa diantaranya mengendarai sepeda motor. Ada sembilan unit motor yang digunakan siswa untuk konvoi. Saat ditangkap mereka sedang nongkrong disejumlah kawasan diantaranya Lapangan Merdeka, real Kereta Api, Kelurahan Sidorejo dan di sekitar Pasar Inpres Lubuklinggau. "Mereka sedang nongkrong setelah melakukan aksi coret pakaian," terangnya.
Ditambahkan Hendri, hasil razia akan disampaikan kepada Kepala Kantor Sat Pol-PP selanjutnya diteruskan kepada Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik). "Identitas siswa berikut asal sekolah akan disampaikan ke Disdik," terangnya.(16/02)


    ShoutMix chat widget