MUSI RAWAS–Di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terdapat tiga SMA Negeri dan satu SMA swasta yang salah satu jurusannya tidak lulus 100 persen saat Ujian Nasional (UN) 2010, baik IPA maupun IPS. Ketidaklulusan tersebut, ada yang hanya satu mata pelajaran atau juga lebih dari satu mata pelajaran yang nilainya dibawah rata-rata.
Dari empat sekolah tersebut salah satunya siswa SMAN Nibung Kabupaten Musi Rawas (Mura). "Di SMAN Nibung Kabupaten Mura, dari total 23 peserta UN jurusan IPA semuanya tidak lulus UN
untuk mata pelajaran Biologi. Sedangkan peserta UN jurusan IPS 19 siswa lulus 10 persen,"ungkap Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel, Widodo kepada Linggau Pos, Minggu (25/4).
Dikatakan Widodo, tiga sekolah lain yang tidak lulus 100 persen adalah SMAN 2 Gunung Megang, SMAN 1 Semendawai Barat OKUT dan SMA Bakti Bangsa Banyuasin, semuanya jurusan IPS. Ketiga sekolah itu adalah SMAN 2 Gunung Megang Muara Enim, SMAN 1 Semendawai Barat OKUT, dan SMA Bakti Bangsa Banyuasin.
Selanjutnya, di SMAN 2 Gunung Megang dari 127 siswa jurusan IPS semuanya tidak lulus, meliputi 127 siswa untuk mata pelajaran Sosiologi, 18 siswa mata pelajaran Bahasa Indonesia dan satu siswa mata pelajaran Ekonomi. "Sedangkan untuk siswa jurusan IPA dari total 127 siswa yang ikut UN, hanya satu siswa yang tidak lulus," paparnya.
Untuk SMAN 1 Semendawai Barat OKUT, kata Widodo, siswa yang tidak lulus UN 100 persen berasal dari jurusan IPS sebanyak 68 siswa. Siswa jurusan IPS yang tidak lulus terdiri dari 68 siswa untuk mata pelajaran (Mapel) Bahasa Inggris, tiga siswa mapel Bahasa Indonesia, enam siswa mapel Matematika, lima siswa mapel Ekonomi, 23 siswa mapel Sosiologi, dan 12 siswa mapel Geografi. "Untuk jurusan IPA dari total 44 siswa peserta UN yang lulus hanya satu siswa," bebernya.
Sedangkan di SMA Bakti Bangsa Banyuasin, sambung Widodo, siswa yang tidak lulus UN 100 persen berasal dari jurusan IPS sebanyak 59 siswa. "Siswa yang tidak lulus dijurusan IPS terdiri dari 59 siswa untuk mapel Bahasa Inggris, 58 siswa mapel Ekonomi, 32 siswa mapel Geografi, empat siswa mapel Bahasa Indonesia, empat siswa mapel Sosiologi, dan tiga siswa mapel Matematika," ucapnya.
Untuk hasil kelulusan UN di MAN Prabumulih, dia menuturkan, dari total 179 peserta UN jurusan IPS yang tidak lulus 87 siswa, meliputi 87 siswa mapel Geografi, 18 siswa Sosiologi, 15 siswa mapel Bahasa Inggris, tiga siswa mapel Ekonomi dan 10 siswa mapel Bahasa Indonesia. Jurusan IPA dari 79 siswa yang tidak lulus sebanyak 20 siswa, meliputi 12 siswa mapel Biologi, sembilan siswa mapel Matematika, tujuh siswa mapel Bahasa Inggris dan tiga siswa mapel Bahasa Indonesia.
Terpisah Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Mura, Edi Iswanto melalui Kabid Dikmenti, Imam Hanafi ketika dikonfirmasi mengenai semua siswa jurusan IPA SMAN Nibung tidak lulus UN enggan memberikan keterangan. "Dapat informasi dari mana? Saya belum bisa berikan keterangan sebelum pengumuman besok," ujarnya.
Namun demikian, Imam mengakui bahwa tingkat kelulusan siswa di Kabupaten Mura tidak mencapai 100 persen. "Memang tidak 100 persen lulus,"ucapnya.
Sementara Kepala SMAN Nibung, Suparno ketika akan dikonfirmasi di rumahnya tidak berada ditempat. Beberapa kali nomor Hpnya dihubungi tidak ada jawaban walaupun dalam kondisi aktif.
Namun, menurut keterangan istrinya Susmiati, saat ini di SMAN Nibung hanya memiliki dua tenaga pengajar sudah PNS. "Bapak ke Muara Beliti mas. Hpnya tidak dibawa. Ini saya yang pegang. Dan kemungkinan besar bapak juga langsung ke Nibung untuk membawa hasil laporan kelulusan. Setahu saya kalau kemarin ada tiga guru PNS, tapi yang satu sudah pindah," jelasnya.(09/Jawa Pos)

2 komentar

  1. dwie praja Says:
  2. pendidikan pd saat ini sngatlah memprihatinkan,. Kebijakan pemerintah untuk mengadakan sisitem ujian nasional (UN)tidak sesuai dgn realitas yang ada pada sekolahan yang kurang dengan fasilitas umum dan kualitas dari seorang guru,.,coba andai kata kualitas guru dan fasilitas diberikan merata pd semua sekolah2 yg terpencil,.maka mudah2 han tidak terjadi tikat tidak kelulusan yang mencapai 100%, pada thn kmrn tingkat kelulusan mencapai5,5% namun sekarang meningkat dratis hingga mencapai 12%, itu merupaka PR yang harus di perhatikan mentri pendidikan,.,

     
  3. dwie praja Says:
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.  

    ShoutMix chat widget