LUBUKLINGGAU–Selaku aparat penegak hukum, polisi tidak hanya menindak masyarakat yang melakukan pelanggaran. Akan tetapi sanksi hukuman juga berlaku bagi semua anggota korps baju coklat yang tidak disiplin.
Buktinya, seorang anggota Sat Brimob Kompi IV Petanang, berinisial Rng sekarang menjalani sanksi hukuman disiplin. Anggota berpangkat Bripda itu dianggap terbukti menyalahgunakan kewenangan sebagai seorang anggota Brimob.


Hal ini diungkapkan Danki Sat Brimob Kompi IV, Iptu Bakri Redy Cahyono, kepada Linggau Pos, Sabtu (17/4). "Tugas se-orang anggota Brimob itu sebagai pengayom dan pelindung masyarakat, apabila mereka bertindak diluar batas maka kami berhak memberikan tindakan tegas sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.


Dalam kasus Bripda Rng, kami harus memberikan hukuman disiplin teguran, karena dia tidak mampu menahan emosi ketika menjalankan tugas di Terminal Type B Petanang. Akibat dari perbuatannya, kaca mobil Angkutan Kota (Angkot) pecah," jelasnya.


Dia menambahkan, selain Bripda Rng, satu anggota Brimob lainnya yakni Bripda Dd sedang menunggu proses sidang di Sat Brimob Palembang, atas kasus pengeroyokan yang dilakukannya kepada mahasiswa STIKES Fithrah Aldar Lubuklinggau, beberapa waktu lalu.


"Kami hanya ingin membuktikan bahwa di dunia ini tidak ada manusia yang kebal hukum. Siapa yang bersalah pasti akan dihukum sesuai dengan peraturan yang berlaku," lanjutnya.


Pria yang akrab disapa Redy ini mengatakan, sebelumnya ada salah satu anggota yang telah melaksanakan hukuman disiplin. Anggota tersebut melakukan pengeroyokan terhadap ajudan Kapolres Lubuklinggau.
"Dia menjalani hukuman 14 hari berada di ruang khusus dan penundaan kenaikan pangkat. Namun, semua itu sudah dijalaninya," pungkas Redy.(05)


    ShoutMix chat widget