Pengamanan Pemilukada Mura 2010-2015

Guna mengamankan Pemilihan Umum (Pemilu) Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Musi Rawas (Mura) periode 2010-2015, anggota Brimob Lubuklinggau telah mempersiapkan personil sebanyak satu kompi. Apa saja persiapannya? Berikut laporannya.


Agus H Handoyo, Petanang
SABTU (17/4), wartawan koran ini menyambangi Kompi Brimob Lubuklinggau di Kelurahan Petanang Ulu, Kecamatan Lubuklinggau Utara I, tepatnya di dekat Rumah Dinas (Rumdin) Walikota Lubuklinggau, Riduan Effendi.


Saat tiba di Kompi Brimob, wartawan koran ini melapor terlebih dulu kepada petugas piket yang berjaga di pos pengamanan. Selanjutnya petugas mengantar ke Rumdin Danki, Iptu Bakri Redy Cahyono.
Secara bersamaan, Redy sapaan Bakri Redy Cahyono, keluar dari ruang tamu lalu menemui wartawan koran ini. "Silakan masuk dan duduk mas," ajak Redy dengan nada ramah.


Setelah dijelaskan maksud dan tujuannya, Redy mengatakan, kegiatan anggota Brimob Lubuklinggau hanya bersifat memback up personil yang dibutuhkan tergantung Satwil (Polres) meminta bantuannya.
Selain memback up keamanan, sambung mantan anggota Kompi Ki 5151 Talang Kelapa Satbrimob Sumbagsel ini, anggota Brimob siap memberikan bantuan kemanusian seperti adanya bencana alam, korban tenggelam dan lain-lain. "Kami langsung turun ke lapangan untuk memberikan bantuan kemanusian," ujar mantan Ba.Lat Yon A Satbrimob Polda Sumsel.


Untuk pengamanan Pemilukada Mura, tambah Danki, pihaknya menerjunkan satu kompi. "Kami anggap satu kompi cukup memback up pengamanan, sebab saat ini kondisi masih kondusif," imbuhnya dengan nada tegas.
Selanjutnya ia menyebutkan ada enam tugas anggota Brimob, yaitu Penindakan Huru Hara (PHH), perlawanan teroris, penjinakan bom, SAR, Resmob dan terakhir bantuan taktis. "Untuk personil PHH tidak dipersenjatai senpi, namun diberikan pelindung (Tameng) dan tongkat," terang Redy yang pernah menjadi Ba Persenjataan Satbrimob Polda Sumsel.


Tidak itu saja, lanjut mantan Panit Gegana Satbrimob Polda Sumsel, dalam pembubaran massa diperlukan penyemprotan gas air mata. "Kalau sudah mengarah anarkis tentu tim pengendali anarkis yang dilengkapi senjata diterjunkan, namun lebih dulu ada perintah dari Kasatwil (Kapolres) setempat," jelasnya.
Ditambahkan Redy, pihaknya berharap masyarakat dapat saling bekerjasama dengan anggota Brimob dalam menciptakan keamanan dan ketertiban. "Brimob jangan dijauhi dan jangan ditakuti sebab kami merupakan pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Wajar bila ada warga yang takut kepada Brimob, sebab mereka belum mengetahui apa tugas anggota Brimob," pungkasnya.(*)


    ShoutMix chat widget